Undia perancis terbuka

Federer di Jalur Terjal, Nadal Mudah

Kompas.com - 21/05/2010, 18:49 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Dua kandidat juara Grand Slam Perancis Terbuka, Roger Federer dan Rafael Nadal, menghadapi tantangan yang berbeda pada turnamen lapangan tanah liat itu. Federer dipastikan harus berjuang ekstra keras, sedangkan Nadal tampaknya lebih mudah menembus final.

Berdasarkan hasil undian, Federer akan menghadapi lawan yang punya potensi kuat untuk menjegalnya. Juara 2009 ini akan mengawali perjuangannya untuk mempertahankan gelar melawan pemain Piala Davis Australia, Peter Luczak. Ia juga kemungkinan bertemu kompatriotnya asal Swiss, Stanislas Wawrinka, pada babak keempat.

Tantangan pemain nomor satu dunia ini belum berhenti. Jika terus melaju, maka peraih 16 gelar grand slam tersebut berpeluang menghadapi petenis Swedia, Robin Soderling, atau pemain Latvia, Ernests Gulbis, pada perempat final.

Dua petenis ini akan menjadi lawan sangat berat. Soderling, meskipun tahun lalu dikalahkan Federer saat final, harus diperhitungkan karena dialah yang menjegal Nadal pada perempat final (ini juga yang menjadi kekalahan pertama Nadal pada Perancis Terbuka). Adapun Gulbis merupakan pemain yang menghentikan langkah Federer pada babak kedua Roma Masters bulan April lalu.

Seandainya Federer masuk ke babak empat besar, di sini dia akan bertemu salah satu rival beratnya, Andy Murray, yang pada babak pertama menghadapi pemain Perancis, Richard Gasquet. Unggulan keempat asal Inggris ini memiliki rekor yang bagus jika menghadapi Federer karena dari total 11 pertemuan, dia unggul 6-5.

Di jalur lain, Nadal yang merupakan unggulan kedua akan menghadapi perjalanan yang lebih mulus. Juara empat kali berturut-turut Perancis Terbuka ini mengawali perjuangannya melawan pemain tuan rumah yang mendapat fasilitas wildcard, Gianni Mina, peringkat ke-653 dunia.

Pada babak ketiga, petenis Spanyol ini berpeluang besar menghadapi mantan pemain nomor satu dunia, Lleyton Hewitt. Statistik menunjukkan, dalam tiga pertemuan selama empat tahun, Nadal selalu menang atas pemain veteran Australia tersebut.

Selanjutnya, Nadal akan menghadapi lawan yang cukup berat karena kompatriotnya, Fernando Verdasco, bisa jadi penantang pada perempat final. Meskipun Verdasco juga tangguh di lapangan tanah liat, rekor pertemuan mutlak milik Nadal. Pasalnya, Nadal tak terkalahkan dari 10 pertemuan mereka.

Lawan yang seimbang bakal dihadapi pada semifinal. Jika tidak ada kejutan, maka Nadal dan pemain nomor tiga dunia, Novak Djokovic, akan saling "membunuh" pada babak empat besar untuk memperebutkan satu tiket final.

Di sektor putri, unggulan utama Serena Williams akan menghadapi tantangan sesungguhnya pada perempat final. Pada babak delapan besar ini, pemain nomor satu dunia tersebut berpotensi menghadapi pemain Belgia yang sudah juara empat kali, Justine Henin.

Henin, pemenang Perancis Terbuka 2003, 2005, 2006, dan 2007, akan melakukan debutnya lagi di turnamen ini sejak memutuskan pensiun pada tahun 2008. Grand slam ini juga bakal jadi incaran pertamanya pasca-pensiun setelah di Grand Slam Australia Terbuka bulan Januari lalu gagal saat menjalani babak final. Mantan pemain nomor satu dunia ini ditaklukkan Serena, yang meraih gelar ke-12 grand slam.

Serena akan mengawali perjuangannya melawan pemain Swiss, Stefanie Voegele, sedangkan Henin bertemu pemain Bulgaria, Tsvetana Pironkova.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau