MADRID, KOMPAS.com — Pelatih Bayern Muenchen Louis van Gaal menilai timnya belum sehebat tim papan atas Eropa layaknya Barcelona, Chelsea, atau Manchester United. Namun, hal ini tidak berarti Bayern tak bisa berjaya di Liga Champions.
Dalam kompetisi seperti Liga Champions, faktor keberuntungan sangatlah vital. Tim terbaik belum tentu akan juara. Namun, tim yang dinaungi Dewi Fortuna bisa melangkah jauh hingga partai final. Hal ini bisa dilihat dari final Liga Champions pada tahun 2004. Siapa yang menyangka tim kelas dua, seperti FC Porto dan AS Monaco, bisa bertemu di partai puncak.
Van Gaal pun merasa timnya terus berada di bawah keberuntungan musim ini. Sempat tertatih-tatih pada awal musim, Van Gaal akhirnya mampu membawa "FC Hollywood" berjaya di arena Bundesliga 1. Di Piala Jerman, "Der Bavarian" juga tak terbendung. Kini target berikutnya adalah Liga Champions.
"Saya pikir tidak," kata Van Gaal ketika ditanya soal kesetaraan timnya dibandingkan dengan tim-tim elite lain di Eropa. "Seperti saya katakan sebelumnya, saya pikir Chelsea, Manchester United, dan Barcelona adalah tim yang lebih baik dari kami. Namun, itu tak berarti kami tak bisa memenangkan Liga Champions," tambah pelatih asal Belanda itu.
"Kami telah menunjukkan kelas kami. Tentu saja kami sedikit beruntung saat melawan Manchester United, tetapi kami memang pantas lolos. Kemungkinan selalu ada bagi klub yang berada di level bawah untuk memenangkan kejuaraan. Olahraga memang seperti itu," lanjut mantan pelatih Ajax Amsterdam tersebut.
Bayern lolos kualifikasi grup Liga Champions setelah finis sebagai runner-up Grup A di bawah Girondins Bordeaux. Pada dua laga pertama fase gugur, Mark van Bommel dan kawan-kawan main imbang lawan Fiorentina dan MU, tetapi Bayern lolos berkat keunggulan agregat gol di kandang lawan. (PA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang