Ria Irawan Lima Tahun Tak Pentas

Kompas.com - 23/05/2010, 07:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sabtu (22/5) sore pemain film Ria Irawan (41) tiba-tiba nyerocos seputar sekolahan dan teater. Ia bilang, sore itu sedang menuju Gedung Kesenian Jakarta untuk mengurus pementasan ke-5 Teater Bejana yang didirikannya tahun 2002.

”Kami sudah lima tahun tidak pentas. Nanti akan memproduksi Pencuri Hati adaptasi karya Kwee Tek Hoay,” tutur Ria. Kemungkinan besar pentas itu akan berlangsung pada 7-8 Agustus 2010.

Itu satu soal. Soal lainnya, perempuan bernama Chandra Ariati Dewi ini sedang sibuk pula mempersiapkan pemberian beasiswa kepada sejumlah mahasiswa. Menurut rencana, kata Ria serius, Gici Bussines School (GBS) yang ia dirikan bersama sejumlah teman, empat tahun lalu, akan memberikan beasiswa penuh kepada 25 mahasiswa. ”Kami akan beri mereka pendidikan gratis selama belajar di program akuntansi atau manajemen di GBS,” kata Ria.

Selain itu, Ria juga punya obsesi membuka jurusan art management sebagai upaya ”mengawinkan” antara dunia seni dan dunia bisnis. Bahkan, ”Pentas Pencuri Hati nanti diproduksi oleh GBS lho...,” ujar Ria berbangga tentang sekolahnya. Nah, masalahnya, sudah beberapa kali wisuda lewat, Ria baru hadir sekali saja.

”Abis berapa orang yang mesti gue salamin...” katanya renyah. (CAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau