Psikotropika

Digagalkan, Penyelundupan Sabu Rp 4 M

Kompas.com - 23/05/2010, 12:00 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Customs Narcotics Team Kantor Wilayah Jawa Timur I dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda menggagalkan penyelundupan methamphetamine (sabu) yang masuk melalui Bandar Udara Juanda Surabaya, Sabtu (22/5/2010) pukul 19.30 dalam penerbangan maskapai Cathay Pacific bernomor CX-781.

Narkoba tersebut dibawa oleh dua warga negara Malaysia, Tan Kim Ping (21) dan Lim Kim Kwan (27), dengan cara dililitkan pada tubuh. Masing-masing membawa satu kilogram sabu yang terbagi menjadi dua kemasan.

"Nilainya mencapai Rp 4 miliar," tutur Argandiono, Kepala Kanwil Jatim I dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, dalam jumpa pers, Minggu (23/5/2010), didampingi Kasat II Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Penangkapan kedua orang itu di Surabaya merupakan pengembangan kasus penyelundupan serupa di Bandara Soekarno-Hatta bulan April. Dari penyidikan diketahui bahwa dua orang ini akan datang ke Indonesia membawa sabu. "Karena pengamanan Bandara Soekarno-Hatta diperketat, mereka mengalihkan kedatangan ke Surabaya," papar Argandiono.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka, pihaknya mengetahui bahwa mereka akan menginap di sebuah hotel di kawasan Pasar Besar jika lolos. Selanjutnya, Tan Kim Ping dan Lim Kim Kwan berencana berangkat ke Jakarta pada hari Minggu ini menggunakan kereta api Argo Bromo Anggrek.

Atas perbuatannya, kedua pemuda berkewarganegaraan Malaysia itu dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau