Kongres partai demokrat

Andi, Anas, Marzuki Resmi Daftar Caketum

Kompas.com - 23/05/2010, 12:12 WIB

PADALARANG, KOMPAS.com — Tiga calon kandidat ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum pada Minggu (23/5/2010) pagi.

Proses pendaftaran diri dilakukan di ruang Sidang Pleno, Kompleks Hotel Mason Pine, Padalarang, Jawa Barat. Ketiganya juga sempat mendampingi Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidatonya.

Setelah pidato, SBY langsung meninggalkan lokasi dan proses pemilihan langsung dimulai. Pimpinan sidang, EE Mangindaan, langsung membacakan tata tertib pencalonan. Syarat-syarat itu di antaranya bakal calon didukung 25 persen pemilik hak suara. Jika pada pemilihan putaran pertama ada calon yang mendapat lebih dari 50 persen suara, maka calon tersebut langsung ditetapkan sebagai pemenang.

"Kalau tidak ada yang mendapatkan 50 persen plus satu, maka akan diadakan putaran kedua. Jika perolehan calon ketua umum memperoleh suara yang sama, akan dilakukan pemilihan ulang. Bila dalam pemilihan ulang kembali suaranya sama, maka ketua dewan pembina menentukan ketum terpilih," kata Mangindaan.

Para peserta juga dilarang melakukan politik uang. Jika diketahui melakukan hal tersebut, maka pelanggar akan diberikan sanksi internal. Sementara itu, proses pemilihan ditetapkan dilakukan secara manual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau