Kongres partai demokrat

Kubu Anas Klaim Ibas Mau Jadi Sekjen

Kompas.com - 23/05/2010, 15:44 WIB

PADALARANG, KOMPAS.com — Edi Baskoro (Ibas) bin Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan setuju diberi kursi sekretaris jenderal jika Anas Urbaningrum memenangi putaran kedua Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat.

"Saya sudah berbicara dengan Ibas. Dia secara tidak langsung sudah menyatakan setuju. Awalnya, Ibas bilang dia masih terlalu muda. Tapi, setelah saya yakinkan, dia menyanggupi. Kita lihat saja nanti," kata ketua tim sukses Anas Urbaningrum, Achmad Mubarok, di sela-sela Kongres II PD di Hotel Mason Pine, Padalarang, Minggu (23/5/2010).

Politisi Demokrat berlatar belakang nahdliyin ini kemudian buka kartu. Bila Anas resmi terpilih, dua calon ketua umum yang gagal terpilih, Andi Alifian Mallarangeng dan Marzuki Alie akan diakomodasi dalam kepengurusan Partai Demokrat periode lima tahun ke depan.

Rencananya, Ibas sebagai sekjen, kemudian Andi Malarangeng masuk pada posisi ketua bidang. Adapun Marzuki Alie akan menjadi anggota dewan pembina. "Semangat dari kongres ini adalah kebersamaan. Tadi, baru saja Mas Anas dan Andi berpelukan. Kemenangan Anas membuktikan kejujuran Pak SBY yang secara terbuka menyatakan bersikap netral, berada di belakang semua kandidat calon," ungkap Mubarok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau