TOKYO, KOMPAS.com - PM Jepang Yukio Hatoyama Minggu (23/5/2010) berkunjung ke Okinawa setelah Tokyo dan Washington mencapai kesepakatan mengenai pemindahan pangkalan militer AS, yang menegangkan hubungan kedua negara.
Hatoyama diperkirakan akan bertemu dengan gubernur prefektur Okinawa untuk menjelaskan kesepakatan yang dicapai Sabtu, mengenai pemindahan Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di pulau selatan.
Pangkalan itu tidak populer di kalangan penduduk pulau tersebut, yang menjadi tuan rumah bagi sebagian besar tentara AS dan pangkalan militernya di Jepang.
Para perunding Jepang dan AS sepakat, pangkalan itu akan dipindahkan di Okinawa ketimbang di tempat lain, seperti yang disepakati pemerintah konservatif sebelumnya di Tokyo dan Washington, seperti dilaporkan media setempat, Minggu (23/5/2010).
"Hatoyama bertemu dengan para menterinya dan mengkonfirmasikan perjanjian sebelum dia berkunjung ke Okinawa," kata mereka.
Tokyo dan Washington akan mengumumkan perjanjian itu pada akhir Mei dalam pernyataan bersama oleh menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara, kata surat-surat kabar besar dan media Jepang lainnya tanpa menyebut sumber mereka.
Hubungan dua negara bersekutu itu telah tegang sejak perdana menteri kiri-tengah tampil berkuasa pada September lalu, setelah menang pemilu besar-besaran, yang menjanjikan akan memindahkan pangkalan tersebut ke luar Okinawa, menghapus kesepakatan 2006 antara pemerintah konservatif sebelumnya dan Washington.
Pemerintah Presiden AS, Barack Obama, telah mengimbau Hatoyama untuk kembali kepada perjanjian semula, dengan dalih kuatnya kehadiran militer AS penting bagi pertahanan Jepang dan stabilitas bagi kawasan Asia Pasifik.
Karena riset untuk alternatif tempat di Jepang tanpa hasil, Hatoyama bulan ini kembali pada janjinya untuk memindahkan pangkalan ke luar pulau, ketimbang mendukung perjanjian yang telah disetujui dengan Washington pada 2006, untuk merelokasi pangkalan di wilayah Okinawa - yang membuat marah rakyat Okinawa.
Hatoyama Jumat mengatakan, dia akan berkunjung ke Okinawa untuk membahas rencana pemerintah dengan gubernur prefektur itu.
"Memang saya ingin rakyat di Okinawa mengatakan silakah terus dengan rencana ini," katanya, setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, yang berkunjung ke Tokyo sebagai bagian dari lawatannya sepekan ke Asia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang