Rachel Janji Tak Kuasai Anak

Kompas.com - 24/05/2010, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain film yang juga wakil rakyat Rachel Maryam mengaku sangat terkejut setelah mengetahui bahwa suaminya, Muhammad Akbar Pradana alias Ebes, tiba-tiba menghendaki hak asuh atas anak mereka, Muhammad Kale Mata Angin. 

"Aku sempat kaget karena seingatku dia mempersilakan kalau hak asuh ada di aku. Pada persidangan terakhir ternyata Ebes minta hak asuh anak," kata Rachel, yang hadir pada resepsi pernikahan Dian Sastrowardoyo dan Indraguna Sutowo di Jakarta Convention Center, Sabtu (22/5/2010) malam.

Meski mendapat tantangan dari Ebes untuk memperebutkan hak asuh Kale, pemain sinetron Strawberry ini yakin bahwa hak asuh Kale akan jatuh ke tangannya. "Aku optimistis karena anak di bawah umur 12 tahun secara hukum ikut ibunya. Aku berharap hak asuh anak ada di aku," ungkap Rachel.

Namun, siapa pun yang berhak mengasuh Kale nanti, Rachel tak sedikit pun memasalahkannya. "Ebes juga bapaknya, jadi ini anak kami berdua," ujarnya. "Aku juga enggak akan memonopoli pertemuan. Hak asuh jatuh ke siapa, enggak masalah. Pada dasarnya, anakku itu dekat dengan kedua orangtuanya. Dia senang bisa berada sama siapa pun. Saya pastikan dia bisa punya waktu untuk ketemu orangtuanya," janjinya. (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau