PULAU SEPA, KOMPAS.com — Setelah sempat vakum pada awal tahun ini, Toyota Indonesia kembali mendapat kepastian ekspor Fortuner. Mulai Agustus 2010, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali mulai mengekspor 10.000 SUV andalannya tersebut.
Tujuan utama ekspor adalah negara di kawasan Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Qatar, dan Oman, serta sisanya ke Filipina. Untuk Filipina, produk yang dipasok dibekali mesin bensin 2.700 cc, sedangkan ke negara-negara Arab mengusung mesin bensin 4.000 cc.
Di ASEAN, Indonesia dan Thailand merupakan basis produksi Toyota untuk ekspor. Untuk itu, kedua negara harus saling berkonsolidasi menentukan pasar masing-masing. Dikabarkan, karena adanya kerusuhan politik di Thailand, ekspor Fortuner terhalang. Dengan demikian, pesanan dialihkan ke Indonesia. Namun, Irwan Priyantoko selaku Chief External Affairs TMMIN memaparkan bahwa ekspor Fortuner yang dibuat di Indonesia tidak berhubungan dengan situasi di Thailand.
"Tak ada pengalihan order ke Indonesia. Semuanya sudah direncanakan sebelumnya," ujar Irwan di Pulau Sepa, Sabtu (22/5/2010). Sebagai informasi, TMMIN pada tahun lalu telah mengekspor Fortuner sebanyak 4.690 unit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang