Gagal panen

Petani Jatim Merugi Rp 77,452 Miliar

Kompas.com - 24/05/2010, 14:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Bencana alam banjir yang melanda kawasan Jawa Timur telah merendam 6.972,49 hektar lahan padi. Akibatnya, petani menderita kerugian sebesar Rp 77,452 miliar setelah lahan panen mereka seluas 3.978,02 hektar mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim Achmad Nur Falakhi mengatakan, total sebanyak 18 kabupaten di Jatim mengalami puso. Tiga kabupaten yang mengalami puso terbesar adalah Pasuruan, Tulungagung, dan Lamongan.

"Kami telah mengajukan permintaan cadangan benih nasional (CBN) sejak 24 Maret 2010 lalu ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementrian Pertanian tapi hingga saat ini belum ada realisasi. Seharusnya permintaan segera ditindaklanjuti agar para petani dapat memulai masa tanam kembali ,"ucapnya, Senin (24/5) di Surabaya.

Sebelumnya, realisasi pemberian CBN hanya berkisar satu minggu sejak diajukan. Namun, pengajuan permintaan benih pada bulan Maret lalu belum juga disalurkan hingga saat ini. Luas puso di Kabupaten Pasuruan sebanyak 1.009 hektar, Kabupaten Tulungagung 460 hektar, dan Lamongan 408 hektar.

Puso juga terjadi di 15 kabupaten lainnya di Jatim. Tak hanya tanaman padi, banjir juga menyebabkan puso pada tanaman jagung dan kedelai. Tercatat seluas 182,8 hektar tanaman jagung mengalami gagal panen dengan kerugian sebesar Rp 1,243 miliar.

Sedangkan tanaman kedelai yang mengalami gagal panen seluas 21 hektar dengan tingkat kerugian mencapai Rp 161, 1 juta. Bagi para petani yang mengalami puso, pemerintah menyediakan bantuan benih dari CBN sebanyak 25 kilogram per hektar untuk tanaman padi, 15 kilogram per hektar untuk tanaman jagung, dan 40 kilogram per hektar untuk tanaman kedelai.

Pemerintah tak membatasi pengajuan permintaan benih dari petani. Berapapun luas lahan yang puso tetap akan diberikan bantuan benih oleh pemerintah. "Kalau melihat hujan yang masih terus-menerus melanda Jatim hingga akhir-akhir ini, maka potensi terjadinya puso masih akan besar. Dua bulan ini seharusnya sudah masuk musim kemarau tapi di beberapa daerah justru masih banyak terjadi hujan dan banjir," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau