Tips Makan Perlahan

Kompas.com - 24/05/2010, 16:39 WIB

KOMPAS.com Makan perlahan bisa membantu perut untuk mencerna makanan dan mengirimkan pesan ke otak bahwa makanan yang dibutuhkan sudah tercukupi tanpa perlu mengasup terlalu banyak. Berikut 10 tips dari Pamela Peeke, ahli kebugaran dari situs WebMd untuk membantu Anda mulai makan dengan perlahan dan meningkatkan kenikmatan makan sambil mengurangi beberapa bobot tubuh Anda:

1. Bermeditasilah setidaknya 10 menit per hari. Mulailah kebiasaan untuk melambatkan pikiran, dorongan impulsif, dan menikmati keberadaan Anda. Hal ini mirip latihan aerobik mental. Anda melatih pikiran Anda untuk menjauhkan diri dari gangguan di sekitar dan memerhatikan napas, serta mendengarkan pikiran Anda yang penuh kedamaian.

2. Buatlah koneksi antara emosi dan makan. Siapkan sebuah buku jurnal kecil yang isinya catatan mengenai hal-hal apa yang memicu Anda untuk makan berlebihan. Dengan begini, Anda akan lebih bisa memerhatikan apa dan bagaimana kebiasaan Anda menyangkut makanan. Ketika Anda sudah mengetahui hal-hal apa saja yang bisa memicu keinginan Anda untuk makan berlebihan, maka Anda akan mampu menetralkan keinginan impulsif ini lebih baik.

3. Kurangi pengalih perhatian. Menonton televisi, berkutat dengan komputer, membaca, atau menyetir sambil makan akan mengalihkan perhatian Anda dari makanan. Dengan demikian, otak sulit menerima sinyal bahwa perut sebenarnya sudah merasakan kenyang. Memang, dalam kehidupan yang serba cepat seperti sekarang ini, agak sulit untuk tidak melakukan dua kegiatan dalam waktu bersamaan. Namun, Pamela menyarankan agar kita mulai belajar dan menyadari bahwa gaya hidup seperti ini bisa berakibat buruk bagi tubuh kita dan bisa menambah berat tubuh.

4. Bedakan antara rasa lapar karena harus makan untuk bertahan hidup dan nafsu berlebihan. Rasa lapar yang sesungguhnya adalah kebutuhan biologis mengenai kebertahanan untuk hidup. Namun, ada pula rasa nafsu makan yang datang dari keinginan untuk mencicipi makanan atau sebagai pelarian. Ketika keduanya bisa bekerja harmonis, Anda beruntung. Contohnya, ketika Anda terbangun merasa baik dan lapar karena makanan terakhir yang masuk perut Anda adalah makan malam sebelum pukul 8, saat terbangun pagi itu, Anda bersiap untuk mencicipi makanan yang sehat dan bernutrisi. Anda benar-benar merasa lapar (tandanya, perut Anda berbunyi) dan Anda tahu apa yang ingin dimakan (misal, oatmeal dengan potongan pisang). Ketika nafsu makan Anda mulai berkelana sendiri adalah ketika Anda mulai menumpuk kalori ekstra.

5. Sebelum Anda menyuapkan sesuatu ke dalam mulut Anda, berfokuslah pada perut Anda. Sadari apa yang Anda rasa bahwa memang benar, Anda merasa lapar karena perut kosong. Saat mulai menyuap, perhatikan apa yang dirasakan oleh perut Anda saat mulai terisi oleh makanan.

6. Cobalah untuk berlaku seperti orang Okinawa yang selalu berkata "Hara hachi bu" atau bergumam "Saya hanya akan makan hingga 80 persen penuh". Ketika Anda merasa ragu, kunyahlah makanan Anda secara perlahan dan makan mulai dari dua pertiga dari isi piring Anda. Pastikan Anda tidak mengisi piring Anda dengan porsi menggunung. Mengontrol porsi makanan bisa membantu Anda mengurangi asupan kalori.

7. Nikmatilah setiap gigitan. Ambil waktu untuk lebih awas dengan sensasi aroma, rasa, tekstur, dan presentasi visual makanan yang tersaji di hadapan Anda.

8. Kunyah dan berhenti sejenak. Ketika Anda menggigit makanan, gigitlah perlahan dan beri jeda sebelum menggigit potongan makanan selanjutnya. Saat berhenti tersebut, nikmati makanan Anda dan perhatikan sensasinya di dalam perut.

9. Berlatihlah dalam situasi yang menantang. Amat menakjubkan betapa seseorang, tempat, dan hal-hal lain bisa memengaruhi kecepatan makan kita. Perbincangan saat makan, musik yang kencang, alkohol, piring berukuran besar, dan makan bersama teman-teman di restoran bisa memengaruhi kecepatan saat makan kita. Waspadalah akan tantangan-tantangan seperti ini dan secara proaktif persiapkan diri untuk menetralkan tantangan-tantangan untuk makan lebih cepat dengan meningkatkan kesadaran dan keawasan diri.

10. Perhatikan timbangan Anda. Cobalah lakukan trik-trik tadi selama sebulan. Jika Anda melakukannya dengan benar, maka Anda akan melihat bahwa bobot Anda turun beberapa kilo dalam sebulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau