Ukm

Menkop: Gedung UKM kok Namanya SMESCO

Kompas.com - 24/05/2010, 18:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atau Menkop dan UKM), Syarifuddin Hasan setiap hari dari rumahnya ke gedung DPR RI Jakarta sering melewati gedung megah SMESCO.

Nama gedung di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, itu kependekan dari Small and Medium Enterprises and Cooperatives.

"Saya selalu penasaran, ini gedung UKM kok namanya SMESCO. Apa itu SMESCO? Saya kira orang Kementerian Koperasi dan UKM saja yang mengerti," kata Syarif dalam rapat kerja gabungan sejumlah menteri bidang ekonomi dengan anggota Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (24/5/2010).

Insting marketing Syarif Hasan pun muncul. Hal pertama yang dilakukan berusaha merombak nama SMESCO agar lebih merakyat. "Nah makanya kami ganti namanya SMESCO jadi UKM. Jadi gampang ingatnya," kata Syarif.

Setelah merombak nama gedung megah berbentuk bola besar berlantai 17 itu, Syarif pun berencana menggusur beberapa penghuni gedung yang bukan berasal dari kalangan UKM.

"Gedung ini baru terisi sampai lantai tiga. Jadi nanti yang masuk ke gedung itu khusus produk UKM seluruh Indonesia," kata dia.

Syarif menyebut, rencananya ini sebagai mimpi. "Nanti orang mau lihat produk UKM seluruh Indonesia datang ke gedung ini. Ini namanya berpihak ke UKM," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau