Menteri Israel Dilempar Batu

Kompas.com - 25/05/2010, 04:08 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com — Demonstran Yahudi ultraortodoks melemparkan batu ke Menteri Dalam Negeri Israel Eli Yishai dan mengiris ban mobilnya di Jerusalem, Senin (24/5/2010). Namun, ia berhasil diamankan dan dibawa pergi dari lokasi kejadian tanpa cedera.

Yishai (47) dan juga seorang Yahudi ortodoks sedang berkunjung ke Meah Shearim yang warganya umumnya religius ketika ia diserang. Juru bicara polisi, Micky Rosenfeld, mengatakan, "Demonstran mengiris ban mobilnya dan melemparkan batu. Polisi tiba di lokasi dan membubarkan mereka serta membawa sang menteri dengan selamat dari daerah itu."

Insiden itu menunjukkan adanya ketegangan di antara kelompok-kelompok Yahudi
di Israel di mana banyak kaum Yahudi ultraortodoks marah atas keputusan pemerintah pekan lalu untuk memindahkan tulang belulang kuno dari sebuah situs yang kemudian akan menjadi unit gawat darurat sebuah rumah sakit yang baru.Banyak orang Yahudi ortodoks percaya bahwa memindahkan atau membangun di atas kuburan manusia merupakan pelanggaran terhadap hukum agama.

Laporan media Israel sebagaimana dilansir Reuters mengatakan, Yishai berhasil berlindung dalam sebuah gedung saat batu dilemparkan kepadanya. Yishai, pemimpin sebuah partai agama bernama Shas, merupakan mitra dari pemerintahan koalisi sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang memperjuangkan dana yang lebih besar bagi institusi agama dan hal itu sering kali memicu penentangan dari warga Yahudi yang nonreligius.

Penolakan Yishai untuk bergabung dalam koalisi Kadima yang dipimpin Tzipi Livni dikatakan berperan penting untuk menaikkan Netanyahu ke tampuk kekuasaan setelah pemilihan umum tahun lalu. Kementerian Dalam Negeri yang pimpin Yishai dipersalahkan karena memublikasikan sebuah rencana proyek perumahan untuk Jerusalem timur, yang diincar Palestina sebagai ibu kota negara.

Publikasi itu bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke Israel pada Maret lalu dalam upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian dengan Palestina. Publikasi yang "tidak tepat waktu" tersebut sempat meningkatkan ketegangan dengan Washington pada saat itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau