Cuaca ekstrem

Pohon Tumbang Makin Banyak

Kompas.com - 25/05/2010, 14:13 WIB

Bantul, Kompas - Cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir membuat frekuensi pohon tumbang di Bantul meningkat. Selama lima bulan ini setidaknya 17 pohon besar tumbang. Beberapa di antaranya menimbulkan korban karena berada di tepi jalan raya.

"Jumlah itu lebih banyak dibandingkan 2009. Umumnya pohon tumbang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Banyaknya pohon yang tumbang seharusnya disikapi dengan langkah antisipatif. Salah satunya dengan mendata pohon-pohon tua, lalu memangkasnya," papar Koordinator Kebencanaan Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Agus Jaka Sunarya, Senin (24/5).

Pohon tumbang terakhir di perempatan Manding, Senin pagi. Meski tidak membawa korban, arus lalu lintas macet.

"Sebelumnya, pohon tumbang terjadi di Jalan Srandakan dan melukai pengendara motor," kata Agus.

Sebagian besar yang tumbang adalah pohon yang usianya tua dan akarnya rapuh. Agar dampaknya bisa diminimalkan, Jaka menyarankan pemerintah mendata pohon-pohon yang usianya tua. Data itu menjadi acuan kegiatan pemangkasan pohon. Berdasarkan data Kesbanglinmas, Kecamatan Pandak, Srandakan, Imogiri, dan Bantul merupakan wilayah yang paling rawan.

Warga sebenarnya bisa mewaspadai pohon tumbang dengan memangkas sendiri pohon yang tumbuh di sekitar rumah jika tingginya lebih dari 12 meter. Pohon-pohon dengan ketinggian di atas 12 meter rentan tumbang jika terpapar hujan deras.

Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sunarso mengatakan, pihaknya sering memangkas pohon. Karena wilayah Bantul luas, belum semua wilayah terjangkau.

Masyarakat diminta melaporkan data pohon yang usianya tua. Jika masyarakat menghendaki, DPU bisa menebangnya.

DPU memiliki 15 petugas pemangkas yang didukung satu unit truk. Selama ini, DPU lebih memprioritaskan pemangkasan pohon di wilayah perkotaan yang lalu lintas kendaraannya padat, serta di beberapa jalan kabupaten. (ENY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau