Bantul, Kompas - Cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir membuat frekuensi pohon tumbang di Bantul meningkat. Selama lima bulan ini setidaknya 17 pohon besar tumbang. Beberapa di antaranya menimbulkan korban karena berada di tepi jalan raya.
"Jumlah itu lebih banyak dibandingkan 2009. Umumnya pohon tumbang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Banyaknya pohon yang tumbang seharusnya disikapi dengan langkah antisipatif. Salah satunya dengan mendata pohon-pohon tua, lalu memangkasnya," papar Koordinator Kebencanaan Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Agus Jaka Sunarya, Senin (24/5).
Pohon tumbang terakhir di perempatan Manding, Senin pagi. Meski tidak membawa korban, arus lalu lintas macet.
"Sebelumnya, pohon tumbang terjadi di Jalan Srandakan dan melukai pengendara motor," kata Agus.
Sebagian besar yang tumbang adalah pohon yang usianya tua dan akarnya rapuh. Agar dampaknya bisa diminimalkan, Jaka menyarankan pemerintah mendata pohon-pohon yang usianya tua. Data itu menjadi acuan kegiatan pemangkasan pohon. Berdasarkan data Kesbanglinmas, Kecamatan Pandak, Srandakan, Imogiri, dan Bantul merupakan wilayah yang paling rawan.
Warga sebenarnya bisa mewaspadai pohon tumbang dengan memangkas sendiri pohon yang tumbuh di sekitar rumah jika tingginya lebih dari 12 meter. Pohon-pohon dengan ketinggian di atas 12 meter rentan tumbang jika terpapar hujan deras.
Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sunarso mengatakan, pihaknya sering memangkas pohon. Karena wilayah Bantul luas, belum semua wilayah terjangkau.
Masyarakat diminta melaporkan data pohon yang usianya tua. Jika masyarakat menghendaki, DPU bisa menebangnya.
DPU memiliki 15 petugas pemangkas yang didukung satu unit truk. Selama ini, DPU lebih memprioritaskan pemangkasan pohon di wilayah perkotaan yang lalu lintas kendaraannya padat, serta di beberapa jalan kabupaten. (ENY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang