6 Cara Alami Membuat Gigi Lebih Putih

Kompas.com - 25/05/2010, 18:45 WIB

KOMPAS.com - Gigi yang putih bersih memang membuat kita lebih percaya diri, dan tentunya lebih enak dipandang. Sayangnya, tidak semua orang beruntung memiliki gigi yang putih. Ada yang giginya menguning karena terpengaruh obat-obatan, atau karena minuman dan rokok. Sebagian yang lain memang karena faktor genetik.

Berbagai produk pasta gigi dengan pemutih dari berbagai merek membuktikan bahwa Anda bukan satu-satunya yang punya masalah dengan gigi yang kuning. Namun jika bahan-bahan kimia pada produk ini Anda rasa terlalu keras, masih ada beberapa cara lain untuk membuat gigi Anda lebih putih.

1. Buat pemutih sendiri
Campurkan ½ sendok makan baking soda with ½ sendok makan garam untuk membuat pembersih gigi, demikian saran Dorie Byers, penulis buku Natural Beauty Basics. Tambahkan setetes minyak esensial beraroma peppermint untuk menyegarkan nafas. Basahi sikat gigi Anda, lalu celupkan ke dalam campuran ini, dan gosokkan pada gigi. Partikel pada baking soda akan memoles permukaan gigi, sementara reaksi kimia dengan air akan mencerahkan noda. Untuk mencegah enamel gigi Anda rusak, terapkan cara ini sekali saja seminggu.

2. Apel, pir, strawberry
Ada beberapa jenis buah yang ternyata bermanfaat melindungi gigi. “Cemilan yang memproduksi liur antara lain apel, pir, strawberry, seledri, dan wortel," ujar Thomas Connelly, DDS, penata gigi kosmetika di New York City. Liur tambahan yang dihasilkan oleh buah-buahan ini membantu menyingkirkan bakteri dari mulut, dan memutihkan gigi Anda.

3. Berkumur
Berkumurlah selama 30 detik segera setelah makan, saran Connelly. Hal ini bisa membantu mencegah makanan yang baru Anda makan tertinggal di gigi.

4. Tambahkan krim
Anda tahu kan, bahwa kopi atau teh bisa menyebabkan gigi menjadi kuning atau bahkan kecoklatan? Untuk menghindari hal ini, Connelly menyarankan untuk menambahkan creamer atau susu ke dalam teh atau kopi. Campuran ini akan mengubah bahan kimia pada minuman tersebut, yang membuatnya lebih sulit untuk meninggalkan noda pada permukaan gigi.

5. Sayuran hijau tua
Biasakan untuk mengonsumsi sayuran berwarna hijau tua, seperti bayam, brokoli, dan kale. Sayuran ini mengandung senyawa mineral yang memproduksi selaput yang menutupi gigi dan melindunginya dari noda.

6. Hindari soda
Soda mengandung asam, seperti phosphoric, citric, malic, dan tartaric, yang dapat mengikis enamel gigi. Kalaupun Anda begitu menggemari minuman bersoda, gunakan saja sedotan saat meminumnya. Paling tidak, sedotan bisa meminimalkan asam tertinggal pada gigi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau