Lohan Harus Pakai Gelang Monitor Alkohol

Kompas.com - 25/05/2010, 19:39 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Lindsay Lohan akhirnya hadir di Beverly Hills Courthouse, Senin (24/5/2010) waktu setempat. Dalam sidang itu, aktris AS tersebut diperintahkan oleh pengadilan itu untuk mengenakan gelang monitor alkohol, meskipun kuasa hukumnya, Shawn Chapman Holley, mengatakan bahwa itu akan mengganggu jadwal pemotretan dan shooting filmnya.

Lohan tampil di hadapan Hakim Pengadilan Superior Marsha Revel setelah minggu lalu Lohan tak datang ke sidangnya untuk kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol pada 2007.

Bintang film Mean Girls itu tampak murung ketika berbicara dengan kuasa hukumnya mengenai rencana untuk mengenakan selingkar gelang monitor alkohol di pergelangan kakinya dan menjalani tes narkoba setiap minggu di wilayah Los Angeles.

Lohan dijadwalkan akan berada di Texas untuk shooting film Machete, yang disutradarai oleh Robert Rodriguez dan dibintangi pula oleh Jessica Alba dan Robert DeNiro. Namun, Revel menyarankan agar perempuan berumur 23 tahun tersebut menunda ambil bagian dalam film itu.

Lohan, yang hadir dengan mengenakan stelan rok dan blazer abu-abu gelap serta blus putih, dikatakan telah melanggar masa percobaannya dan hakim menjadwalkan sebuah sidang baru pada Juli 2010 untuk memutuskan kemungkinan sanksi-sanksi selanjutnya.

Minggu lalu, ketika berada di Cannes, Perancis, Lohan mengaku bahwa ia kehilangan paspor sehingga tak bisa kembali ke Los Angeles untuk datang ke sidang terdahulu, pada 20 Mei 2010. Lohan tiba di wilayah Los Angeles pada Sabtu lalu (22/5/2010). Ia terbang setelah menghabiskan beberapa hari untuk ambil bagian dalam Cannes Film Festival 2010 di Cannes dan berpesta hingga dini hari pada hari seharusnya ia berada di pengadilan.

Hakim Revel mengatakan, Lohan telah gagal menyelesaikan kelas pendidikan untuk menyadarkannya dari ketergantungan terhadap alkohol sebagai bagian dari hukuman yang dijatuhkan kepadanya pada 2007 karena ia mengemudi dalam keadaan mabuk alkohol dan berkendaraan di bawah pengaruh kokain.

Hakim Revel juga memperingatkan Lohan pada Oktober 2009 bahwa ia berisiko masuk penjara kecuali jika ia serius menghadapi masalah tersebut. (dailymail.co.uk/ATI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau