Penahanan susno duadji

Optimistis, Susno dan LPSK Sejalan

Kompas.com - 26/05/2010, 10:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim penasihat hukum Komjen Susno Duadji optimistis terjadi kesepakatan antara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dengan kliennya. Pertemuan antara LPSK dan Susno hari ini, Rabu (26/5/2010) tinggal membicarakan masalah teknis perlindungan.

"Kita optimis. Tinggal bicarakan masalah teknis. LPSK sudah siap memberikan perlindungan," ucap pengacara Susno, M. Assegaf, melalui telepon.

Assegaf mengatakan, LPSK akan menemui Susno di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, setelah sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selesai. Pihak LPSK akan menjelaskan syarat-syarat sebelum terjadi kesepakatan antar keduanya. "Kita belum tau apa syarat-syaratnya," jelas dia.

Anggota LPSK, Lili Pintauli, mengatakan, dalam pertemuan nanti, pihaknya akan membicarakan bersama-sama dengan Susno terkait perlindungan fisik apa saja yang diminta oleh Susno dan keluarga sesuai UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. "Pemohon ikut turut serta untuk memutuskannya," ucap dia ketika dihubungi.

Ketika ditanya mengapa LPSK bersedia memberikan perlindungan sebagai saksi kepada Susno padahal polisi telah menetapkan Susno sebagai tersangka, Lili mengatakan, pihaknya lebih melihat Susno sebagai saksi. "Kasus Arowana dia juga menjadi saksi. Dia kan jadi saksi mahkota. Beliau jadi saksi atas kasus itu maka ini menjadi bidang LPSK," jelas Lili.

Seperti diberitakan, Susno dituduh menerima uang suap senilai Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung melalui Sjahril Djohan. Menurut penyidik, uang itu agar penanganan perkara PT. Salma Arowana Lestari di Bareskrim Polri selesai (P21).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau