Kunjungan luar negeri

SBY Disambut Dubes Kerajaan Norwegia

Kompas.com - 26/05/2010, 13:03 WIB

OSLO, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, pagi ini (Rabu, 26/5/2010) pukul 07.00 wib waktu setempat atau pukul 12.00 siang hari waktu Indonesia Bagian Barat, tiba di Bandar Udara Internasional Gardermoen, Oslo, Kerajaan Norwegia. Meskipun matahari pagi di bandara memancar dengan teriknya, namun suhu udara hanya lima darajat celcius.

Rombongan Presiden disambut oleh Duta Besar Kerajaan Norwegia Eivind S Homme dan Atase Pertahanan RI di Norwegia Ibu Rani Fachry Adamy di bawah tangga pesawat. Sebelumnya, Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Norwegia Esti Andaya, menyambut Presiden dan Ibu Negara di dalam pesawat Kepresidenan Airbus 330-300 Garuda Indonesia.

Dijadwalkan, selama dua hari, pada 27-28 Mei mendatang, Presiden dan delegasi Indonesia akan menghadiri Konferensi tentang Perubahan Iklim dan Cuaca (Oslo Climate and Forest Conference) bertempat di Holmekollen Park Hotel Rica, Oslo, Norwegia.

Presiden dan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg juga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan bilateral dan sekaligus menandatangani Letter of Intent (LoI) tentang Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Norwegia mengenai Pengurangan Emisi Gas Carbon Rumah Kaca dari Penggundulan dan Degradasi Hutan.

Dalam rombongan itu, ikut enam menteri kabinet dan seorang pejabat setingkat menteri serta tiga Gubernur/Kepala Daerah. Keenam menteri itu adalah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Mohammad Hatta, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Unit Kerja untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan.

Tiga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) juga disertakan, yakni Prof Emil Salim, Hassan Wirajuda dan Rachmat Witoelar. Adapun tiga Gubernur itu adalah Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Riau Rusli Djaenal dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Presiden juga membawa tiga anggota DPR, yaitu Zainuddin Amali, Milton Pakpahan dan Farouk Muhammad serta Rektor Universitas Andalas, Riau, Musliar Kasim.

Selain itu, sejumlah Staf Khusus Presidan juga disertakan Presiden. Mulai dari Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Staf Khusus Presiden bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal, Staf Khusus Bidang Perubahan Iklim Dirgahayu Agus Purnomo, Staf Khusus Bidang Komunikasi Sosial Sardan Marbun, serta Staf Khusus Presiden Bidang Publikasi dan Dokumentasi Achmad Yani Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau