Narkotika

Polisi Usut Jaringan Narkoba Global

Kompas.com - 26/05/2010, 13:13 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Polisi sedang berupaya mengusut jaringan narkoba internasional. Jaringan ini berupaya menyelundupkan narkoba jenis sabu ke Indonesia melalui Surabaya dua kali dalam kurun waktu kurang dari sepekan, yaitu tanggal 22 dan 25 Mei 2010. Total, barang bukti yang terkumpul mencapai 3 kilogram dengan nilai Rp 6 miliar.

Tersangka Tan Chooi Hock (52) merupakan warga negara Malaysia, seperti kedua tersangka sebelumnya. Modusnya pun serupa, yaitu hanya transit di Surabaya lalu menuju Jakarta.

Mereka semua bertindak atas panduan seseorang di Malaysia. "Dari Tan Kim Ping dan Lim Kim Kwan (tersangka sebelumnya), kami mendapat nama Mr Ang yang menunggu di Jakarta. Kalau tersangka Hock belum menyebut nama," ungkap Kepala Satuan II Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Sudirman.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Hock memperoleh barang dari kekasihnya yang bernama Linda. Penyerahan barang dilakukan di sebuah apartemen di Hongkong. "Hock berangkat dari Malaysia ke Hongkong tanggal 22 Mei, tanggal yang sama dengan penangkapan dua tersangka, Ping dan Kwan," ujarnya.

Baru setelah itu Hock berangkat ke Indonesia menumpang pesawat Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX 781. Pesawat tersebut mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, pada Selasa (25/5/2010) pukul 19.30.

Seperti diberitakan, Customs Narcotic Team Kantor Wilayah Jawa Timur I dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu.

Petugas mengamankan Tan Chooi Hock yang membawa dua bungkusan yang direkatkan pada tubuh di bagian bawah perut. Setelah diuji melalui narcotest, bubuk putih dalam bungkusan dinyatakan positif sabu.

Hingga kini polisi terus mengembangkan penyidikan, sementara pengawasan di Bandara Juanda diperketat. "Kami berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Mabes Polri untuk menindaklanjutinya," kata Sudirman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau