Setelah anggito mundur

Anggito Ditawari Jadi Aktor Film

Kompas.com - 26/05/2010, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mundur dari jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan tak membuat Anggito Abimanyu kehilangan pekerjaan. Selain akan kembali mengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Anggito juga telah ditawari seorang produser film terkenal untuk berakting alias menjadi aktor.

"Betul, ada yang tawarin saya main film. Dan, jawabannya saya tidak PD (percaya diri) dan bukan bidang saya," kata Anggito kepada Tribunnews.com di Jakarta, Rabu (26/5/2010).

Anggito mundur dari Kepala BKF pada 24 Mei 2010 lalu dan memilih menjadi dosen di UGM. Jabatan Wakil Menteri Keuangan, yang sudah di ujung mata karena tinggal menunggu pelantikan, kandas tatkala Presiden SBY ternyata berpaling ke Direktur Jenderal Anggaran Anny Ratnawati.

Sebelum meninggalkan Kantor Kementerian Keuangan, Anggito menyatakan akan tetap memainkan alat musik kegemarannya, yakni flute. Ia memainkan flute dengan komposisi berjudul "Bunda" untuk mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati waktu acara perpisahan dengan kolega kantornya. (Hasanudin Aco)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau