JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang presidium gerakan pendukung pimpinan KPK Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah di jejaring sosial Facebook, M Nurlapong, pada Kamis (27/5/2010) pagi, mendatangi sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta. Nurlapong mengaku tertarik mengisi posisi pimpinan KPK.
"Ini bagian dari idealisasi kita melihat keprihatinan terhadap penegakan hukum," ujar Nurlapong, yang juga mengaku menjalankan sebuah konsultan hukum di bilangan Jalan Saharjo, Jakarta Pusat.
Pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini mengaku akan menjalankan revolusi penegakan hukum jika kelak terpilih menjadi pimpinan KPK. "Negara kita sudah menjelma menjadi sekadarnya saja. Kita melihat hampir seluruh pejabat di semua lini tidak bersungguh hati memajukan negara ini, khususnya di bilang hukum," ujar Nurlapong, kelahiran Makassar, 9 Desember 1961.
Nurlapong mengaku sejak lama ingin mendaftar sebagai pimpinan KPK. Namun, pada waktu itu, Nurlapong mengurungkan niatnya karena berpikir masih banyak yang lebih mampu dari dirinya. "Tapi nyatanya masih banyak yang belum dilakukan. Saya mendaftar karena panggilan hati," ujar Nurlapong, yang mengaku bahwa modal utamanya menjadi bakal calon pimpinan KPK adalah idealismenya.
Hingga Kamis pagi ini, beberapa peminat masih terus berdatangan ke sekretariat Pansel KPK. Namun, mereka masih sebatas mencari informasi, termasuk Nurlapong.
Sampai saat ini, baru ada tiga orang yang telah menyerahkan seluruh berkas yang diminta. Ketiga orang itu adalah seorang bankir bernama Hertanto T Surya, Dirjen Bimas Buddha Irjen Pol (Purn) Budi Setiawan, dan Farhat Abbas, pengacara. Kedua bakal calon terakhir tidak hadir langsung. Mereka mengirimkan asistennya untuk menyerahkan berkas-berkas yang diminta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang