ISTANBUL, Kompas.com — Nama Felipe Massa nyaris tenggelam sejak awal musim 2010 ini. Pebalap Ferrari tersebut belum terlalu menunjukkan aksi memukau selama tampil di enam seri perdana Formula 1 (F1) karena tak pernah juara.
Tak ingin terus diliputi kekecewaan, Massa ingin mengakhiri performa buruknya di GP Turki, akhir pekan ini. Pebalap Brasil tersebut optimistis bisa mewujudkan ekspektasinya karena Sirkuit Istanbul sangat bersahabat dengannya.
Ya, sejak GP Turki masuk kalender F1 pada tahun 2005, Massa sudah menang tiga kali dari lima balapan di sana. Fakta ini yang membuat Massa sangat yakin, dia bisa mengalahkan dominasi tim Red Bull Racing, yang sejauh ini sangat fenomenal di setiap seri.
"Istanbul adalah trek yang spesial bagi saya karena saya sudah tiga kali menang secara berturut-turut di sana," ungkap Massa. "Saya banyak menikmatinya dan saya menantikan balapan akhir pekan ini untuk mencoba melakukannya lagi."
"Tahun lalu, ketika mobil kami tidak terlalu kompetitif, saya masih bisa finis di urutan enam sehingga kali ini saya berharap bisa meraih hasil yang lebih baik, meskipun jika kita sudah melihat lawan kami sangat kuat. Saya tidak bisa menjelaskan mengapa saya selalu tangguh di Istanbul Park, tetapi ada sesuatu tentang karakteristik sirkuit, yang tampaknya cocok dengan saya, seperti halnya di Bahrain atau Sao Paolo."
Massa, runner-up 2008, mengawali musim ini dengan cukup bagus karena bisa naik podium di Bahrain dan Australia. Namun, setelah itu performanya melorot sehingga posisinya di klasemen sementara pun menurun, dan sekarang tertinggal 17 poin dari duet Red Bull, Mark Webber dan Sebastian Vettel, yang berada di puncak. Massa berharap, dia bisa memanfaatkan dengan lebih baik lagi ban Bridgestone yang lebih keras daripada yang dilakukan di Malaysia, China, dan Spanyol.
"Setelah tampil sangat kompetitif di Monaco dengan ban Bridgestone yang lebih lunak, di Istanbul kami akan kembali menggunakan ban medium dan keras," ujarnya. "Para mekanik sudah berusaha keras agar dengan ban ini, F10 bisa lebih baik dibandingkan dengan di Barcelona, misalnya, sehingga saya berharap kami akan membuat beberapa kemajuan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang