JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Jeddah, Batavia Air kini mengincar pasar Dili Timor Leste, Bangkok Thailand, Hongkong dan Perth Australia.
Untuk Dili, Direktur Niaga Batavia Air Hasudungan Pandiangan menargetkan pertengahan Juni ini izin terbang sudah turun. "Saya targetkan pertengahan Juni, kami sudah apply dari pertengahan Januari," katanya.
Menurut Hasudungan, berdasarkan survei pihaknya, pasar Dili cukup potensial. "Gateway-nya lewat Denpasar, tapi marketnya itu ada yang ke Jakarta, dan yang paling banyak ke Surabaya. Orang Timur Leste banyak yang sekolah ke Surabaya, belum family visit, pengusaha. Kami sudah sudah survei kok," terangnya.
Selama ini, sebut dia, penerbangan Dili- Indonesia banyak yang terbang dulu ke Singapura bahkan ke Darwin, baru ke Indonesia. "Kalau kami ada di situ, kami yakin bisa melayani secara langsung," ujar pria berkacamata yang pernah 23 tahun lebih berlabuh di Garuda ini,
Setelah Dili. lanjut dia, Batavia juga mengincar Bangkok dan Hongkong. "Bulan Juli, pesawatnya 320. Jakarta-Hongkong via Bangkok. Perth juga dalam waktu dekat," tambah dia.
Untuk diketahu, pada 23 Mei 2010, Batavia Air dengan pesawat Airbus 320-200 telah melakukan penerbangan pertama ke Jeddah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang