Penerbangan

Batavia Incar Dili, Hongkong dan Perth

Kompas.com - 28/05/2010, 22:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Jeddah, Batavia Air kini mengincar pasar Dili Timor Leste, Bangkok Thailand, Hongkong dan Perth Australia.

Untuk Dili, Direktur Niaga Batavia Air Hasudungan Pandiangan menargetkan pertengahan Juni ini izin terbang sudah turun. "Saya targetkan pertengahan Juni, kami sudah apply dari pertengahan Januari," katanya.
 
Menurut Hasudungan, berdasarkan survei pihaknya, pasar Dili cukup potensial. "Gateway-nya lewat Denpasar, tapi marketnya itu ada yang ke Jakarta, dan yang paling banyak ke Surabaya. Orang Timur Leste banyak yang sekolah ke Surabaya, belum family visit, pengusaha. Kami sudah sudah survei kok," terangnya.

Selama ini, sebut dia, penerbangan Dili- Indonesia banyak yang terbang dulu ke Singapura bahkan ke Darwin, baru ke Indonesia. "Kalau kami ada di situ, kami yakin bisa melayani secara langsung," ujar pria berkacamata yang pernah 23 tahun lebih berlabuh di Garuda ini,

Setelah Dili. lanjut dia, Batavia juga mengincar Bangkok dan Hongkong. "Bulan Juli, pesawatnya 320. Jakarta-Hongkong via Bangkok. Perth juga dalam waktu dekat," tambah dia.

Untuk diketahu, pada 23 Mei 2010, Batavia Air dengan pesawat Airbus 320-200 telah melakukan penerbangan  pertama ke Jeddah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau