Piala dunia 2010

Gerrard Bikin Inggris Deg-degan, Ghana Kehilangan Essien

Kompas.com - 29/05/2010, 03:01 WIB

London, Jumat - Kondisi gelandang Steven Gerrard membuat Inggris khawatir, hanya dua pekan menjelang putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Wakil kapten tim berjuluk ”Three Lions” itu hanya berlatih 30 detik sebelum ditarik keluar dalam sebuah sesi di pemusatan latihan Inggris di ATV Arena, Irdning, Austria, Kamis (27/5).

Gerrard dirawat selama 20 menit saat rekan-rekannya berlatih 11 lawan 11 dan hanya bisa joging ringan di akhir sesi. Insiden itu menjadi kekhawatiran Pelatih Fabio Capello karena Gerrard adalah pemain pilar.

Meski demikian, asosiasi sepak bola Inggris, FA, menepis kekhawatiran itu dengan menyatakan, Gerrard bakal kembali berlatih secara penuh Jumat kemarin. Masih harus ditunggu apakah Capello akan mengambil risiko dengan menurunkan pemain berusia 29 tahun itu saat Inggris beruji coba melawan Jepang di Graz, Austria, besok.

Setelah Michael Ballack, Piala Dunia kembali kehilangan bintang asal Chelsea setelah Michael Essien dipastikan absen akibat cedera. Ini menjadi pukulan berat bagi Ghana karena gelandang bertenaga itu adalah roh permainan ”The Black Stars”.

Essien dideskripsikan oleh Pelatih Ghana Milovan Rajevac sebagai pemimpin dan mesin tim. ”Evaluasi dari tim dokter Ghana dan Chelsea menunjukkan, Essien tidak akan pulih hingga akhir Juli,” demikian pernyataan federasi sepak bola Ghana.

Kabar lebih baik diterima Spanyol setelah Fernando Torres yang pulih dari cedera mulai kembali berlatih bersama tim Matador. ”Ia berkata bakal fit pada laga pertama kami. Itu adalah berita bagus,” kata Juan Mata, penyerang Spanyol.

Seks tak tabu

Sementara itu, Argentina tidak melarang para pemain ”Tango” berhubungan seks dengan pasangan mereka selama Piala Dunia berlangsung. Dokter tim Argentina, Donato Vallani, mengatakan, seks adalah bagian dari hidup.

”Pemain boleh berhubungan seks dengan istri dan pacar mereka selama Piala Dunia,” kata Vallani dalam wawancara dengan Radio Del Plata. ”Pemain bukan makhluk dari Mars. Namun, waktunya seharusnya bukan pukul 02.00 dengan sampanye dan cerutu Havana.”

Vallani tidak memberikan instruksi spesifik lainnya kecuali bahwa pemain memiliki jadwal tetap kapan harus tidur. Ia juga menyatakan bahwa pemain bisa makan masakan khas Argentina, sapi panggang dengan segelas anggur. (ap/afp/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau