GENEVA, KOMPAS.com - Para pakar HAM PBB, Jumat (28/5), mendesak Pakistan berbuat lebih banyak dalam melindungi agama minoritas setelah serangan terhadap dua mesjid yang menewaskan sekitar 80 orang di negara itu. "Anggota komunitas agama ini (yang jadi sasaran serangan Jumat) telah menghadapi ancaman berkelanjutan, diskriminasi dan serangan kekerasan di Pakistan," kata tiga ahli PBB dalam sebuah pernyataan.
"Pemerintah harus mengambil setiap langkah untuk menjamin keamanan anggota semua agama minoritas dan tempat ibadah mereka sehingga dapat mencegah terulangnya insiden mengerikan yang terjadi hari ni." Dua mesjid yang diserang Jumat milik komunitas Ahmadiyah, yang oleh Pakistan telah dinyatakan sebagai kelompok non-Muslim. Kelompok itu telah diserang oleh ekstrimis Sunni sebelumnya, tetapi besarnya serangan kali ini belum pernah terjadi.
Menurut para pakar PBB itu, sebelum peristiwa kemarin itu telah terjadi tanda-tanda akan adanya serangan tetapi tidak diperhatikan pemerintah. "Di Pakistan dan di tempat lain, Ahmadiyah telah dinyatakan (sebagai komunitas) non-Muslim dan telah dikenakan sejumlah pembatasan yang berlebihan dan dalam banyak kasus mengalami diskriminasi yang dilembagakan," kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut dibuat oleh Asma Jahangir, seorang pelapor khusus PBB tentang kebebasan beragama; Gay McDougall, seorang ahli independen tentang isu-isu minoritas; dan Philip Alston, seorang pelapor khusus tentang masalah ekstra judisial dan eksekusi sewenang-wenang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang