Rakyat Argentina Harapkan "Tuah" Maradona

Kompas.com - 29/05/2010, 10:05 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Sempat dikecam, tetapi Diego Maradona tetaplah tokoh spesial dalam sepak bola Argentina. Kini, raykyat Argentina memberi dukungan penuh dan berharap "tuahnya" akan kembali bicara untuk membawa tim "Tango" juara Piala Dunia 2010.

Ribuan rakyat melepas kepergian tim nasional Argentina saat berangkat ke Afrika Selatan, Jumat atau Sabtu (29/5/2010). Mereka meneriakkan yel-yel untuk menyemangati Maradona dan skuadnya.

Maradona sempat dikecam karena Argentina terancam di babak penyisihan Zona Amerika Selatan. Namun, mereka akhirnya memastikan lolos ke putaran final dan menghindari play off.

"Kami benar-benar berada di belakang Diego Maradona. Mungkin beberapa bulan lalu kami kurang mendukung, tetapi orang Argentina selalu begitu. Suatu saat mereka mencintai Anda, hari berikutnya mungkin tidak. Tetapi, Maradona adalah tokoh spesial," kata Martin Bertaina, seorang pelatih kuda berusia 39 tahun.

Maradona memang dianggap pahlawan Argentina. Dia pemain terbaik yang pernah dilahirkan negeri itu. Dengan kemampuan spesialnya, Maradona pernah membawa Argentina juara Piala Dunia 1986.

Kini, Argentina masih dianggap sebagai salah satu favorit juara. Mereka memiliki bakat-bakat spesial. Lionel Messi juga makin matang. Musim ini, beberapa pemain Argentina tampil menawan bersama klubnya di Eropa.

"Kami memiliki beberapa pemain terbaik dunia. Saya yakin Maradona akan memimpin kami meraih gelar juara," kata Carlos Paradela, seorang penjual pakaian di Buenos Aires. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau