Seleksi pimpinan kpk

Buka Rekening Calon dan Kerabatnya

Kompas.com - 29/05/2010, 14:06 WIB

KOMPAS.com- Memilih pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah perkara mudah. Ketika integritas menjadi kriteria prioritas, panitia seleksi tentunya harus bekerja keras, karena indikatornya tak sedikit.

Dalam diskusi mingguan di Cafe Warung Daun Cikini, Sabtu (29/5/2010), staf khusus Presiden bidang Hukum Denny Indrayana menawarkan lima cara minimal yang harus dikerjakan pansel.

1. Pansel harus meneliti betul laporan harta kekayaan calon. Tentunya, pansel harus menjalin kerja sama yang erat dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memantau transaksi mencurigakan.

2. Pansel perlu melihat rekening calon. Bukan hanya rekeningnya tapi juga keluarga dan orang-orang terdekatnya.

3. Pantau juga laporan pembayaran pajaknya,

4. Pantau gaya hidupnya,

5. Pembuktian terbalik terhadap laporan harta kekayaannya.

Menurut Denny, poin-poin ini harus dipantau pula untuk mewaspadai munculnya calon-calon pesanan dari para koruptor atau kepentingan politik tertentu. "Saya tidak terlalu khawatir kalau pansel bekerja tanpa intervensi dari berbagai macam hal yang negatif. Meski demikian, saya melemparkan ini sebagai antisipasi karena gerakan koruptor menitipkan orang sudah jelas. "Tadi saya mencoba memberikan secara teknis caranya," ungkapnya.

Satu pesan lagi dari Denny, yakni posisi baru pimpinan KPK sangat penting menyusul akan lengsernya Ketua PPATK Yunus Hussein. Yunus, lanjutnya, mungkin akan turun karena sudah menjabat dua periode.

Menurut UU, Yunus tak boleh lagi menjabat dalam posisi yang sama. "Begitu ada orang keliru jadi Ketua PPATK, mungkin kita harus waspada. Dirjen Pajak kan juga sekarang tak tahu bagaimana," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau