Gaya hidup

Teh dan Suasana Hati

Kompas.com - 30/05/2010, 03:26 WIB

Odillia (45), pekerja swasta di Jakarta yang hari-harinya supersibuk, memilih teh sebagai minuman dan gaya hidup karena menganggap minuman ini bisa mendukung kesehatan. Dengan teh, ia juga merasa bisa memperbaiki suasana hati yang sedang gelisah.

”Sejak kecil saya sudah dibiasakan minum teh. Hari rasanya kurang lengkap tanpa minum teh,” kata Odillia.

Mengaitkan teh dengan suasana hati inilah yang dikemas oleh rumah-rumah teh untuk menjual produknya. Untuk mempermudah pengunjung memilih teh yang tepat untuk diminum, Tea Addict mencantumkan daftar teh di kolom sebelah kiri dan suasana hati di kolom sebelah kanan pada daftar menu. ”Supaya tamu bisa memilih teh yang tepat dengan kondisi suasana hatinya saat itu,” tutur Stella.

Di daftar itu tertulis, teh black jasmine cocok untuk suasana hati yang sedang diliputi kecemasan, earl of the orient berguna untuk menyegarkan kegelisahan. Bila menginginkan ketenangan ada pure nirvana, yaitu gabungan white tea dan oolong. Sedangkan teh lemon dan jahe konon pas untuk stimulasi pikiran dan relaksasi.

Tren minum teh yang mulai menggeliat di kota besar seperti Jakarta inilah yang membuat Stephen Twining datang dari London untuk mempromosikan tradisi minum teh kepada kalangan eksekutif muda di Jakarta, akhir bulan April lalu. Stephen adalah generasi ke-10 pemilik bisnis minuman teh bermerek Twinings

Twinings berdiri tahun 1706 dan merupakan perusahaan teh pertama yang memopulerkan tradisi minum teh kepada masyarakat Inggris. Seperti TWG, Twinings juga mendatangkan teh dari perkebunan di Asia lalu membuat beragam campuran cita rasa.

Menurut Stephen, seiring dengan perkembangan gaya hidup dan kesadaran masyarakat akan manfaatnya bagi kesehatan, permintaan teh di pasar internasional meningkat. Permintaan teh di pasar internasional paling banyak adalah teh hitam, teh hijau, lalu teh herbal atau buah.

Nah, ada banyak pilihan minuman. Anggur, kopi, teh, dan lainnya. Anda boleh memilih dan semuanya menjadi gaya hidup.

”Wine dan kopi dicitrakan sebagai gaya hidup orang Barat. Gagasan ini lebih mudah diserap masyarakat Indonesia yang segalanya masih ingin meniru Barat,” kata Suwarni, pemilik kedai Siang Ming Tea yang juga ahli dalam perjamuan teh Jepang dan China.

Ketika dunia Barat menggencarkan gaya hidup sehat dan mulai melongok ke Timur, pamor teh kini mulai terangkat. (IND/IYA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau