Persibo Juara Divisi Utama

Kompas.com - 30/05/2010, 03:48 WIB

Solo, Kompas - Persibo Bojonegoro membuktikan diri pantas menyandang gelar juara Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2010 seusai menundukkan Deltras Sidoarjo dalam babak final di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (29/5) malam. Persibo menang melalui perjuangan adu penalti 3-1 setelah bermain imbang selama 120 menit.

Pelatih Persibo Sartono Anwar mengatakan, kemenangan ini bukan sekadar kemenangan Persibo, melainkan juga kemenangan atas hal-hal yang tidak sportif dalam sepak bola.

Persibo melalui sundulan Busari sempat menyarangkan gol pada menit ke-106 ke gawang Deltras yang dijaga Dwi Kuswanto, tetapi kemudian dianulir oleh wasit Mulyadi dari Jakarta.

”Kalau menurut saya, seharusnya tidak off-side, tetapi nanti kita lihat saja tayangan ulangnya di televisi,” kata Sartono.

Pelatih Deltras Nus Yadera mengatakan, meski gagal menggondol gelar juara, ia merasa puas atas permainan anak asuhnya. Strategi yang dirancangnya pun sudah berjalan dengan baik.

”Begitulah main bola, anak- anak sudah berjuang maksimal, apa mau dikata,” kata Nus.

Selain Persibo dan Deltras, Semen Padang juga memastikan diri berlaga di Liga Super Indonesia musim depan setelah mengalahkan Persiram Raja Ampat dalam pertandingan perebutan peringkat ke-3 dan ke-4. Striker Semen Padang, Edward Junior Wilson, juga dinobatkan sebagai top scorer dengan total 20 gol sekaligus berhak atas piala sepatu emas. Victor da Silva dari Persibo dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Semen Padang mengalahkan Persiram 1-0 melalui tendangan penalti. Edward Junior Wilson terjatuh di kotak penalti lawan. Wasit Anselnus dari Surabaya kemudian mengganjar tendangan penalti yang dieksekusi sendiri oleh Edward pada menit ke-80.

Kecewa

Pelatih Persiram Raja Ampat Raja Isa kecewa atas keputusan wasit memberikan tendangan penalti kepada Semen Padang. Menurut dia, Ahmad Amirudin yang dianggap melakukan pelanggaran tidak berbuat apa pun terhadap Edward.

”Ahmad Amirudin tidak menarik baju Edward. Semua orang bisa lihat dalam tayangan langsung televisi. Edward tidak dipegang, tetapi jatuh sendiri, kok kemudian diberi penalti? Selama ini saya tidak pernah mau omong negatif tentang wasit Indonesia meski kami dirugikan tiga kali, di Surabaya, Jepara, dan sekarang di Solo. Kami ingin kasih unjuk, ada pemain-pemain lokal berbakat dari Indonesia timur. Tetapi, kalau dimatikan begini, kasihan mereka,” kata Raja Isa.

Namun, secara umum, ia menyatakan menerima kekalahan Persiram dan selanjutnya akan berkonsentrasi diri mempersiapkan diri memperebutkan tiket Liga Super Indonesia dalam pertandingan play off.

”Lawan siapa pun kami siap, entah Persebaya atau Persik,” kata Raja Isa.

Pelatih Semen Padang Arcan Iurie mengatakan, kemenangan timnya sesuai dengan target. Ia hanya menyatakan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan kepada Semen Padang dan menolak berkomentar tentang keputusan wasit.

Manajer Semen Padang Asdian mengatakan, dengan kemenangan ini, pihaknya akan mempersiapkan diri memenuhi persyaratan tim Liga Super Indonesia, seperti perbaikan stadion, pembentukan badan hukum, dan pembenahan tim. (eki)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau