Kondisi pemain

Kaka Mulai Berlatih Normal Bersama Tim Samba

Kompas.com - 30/05/2010, 04:57 WIB

JOHANNESBURG, Sabtu - Dilepas dengan meriah oleh ribuan suporter di Buenos Aires, tim Argentina asuhan Diego Maradona tiba di Afrika Selatan disambut langit cerah dan dinginnya pagi musim gugur, Sabtu (29/5). Setelah sesi singkat bersama kru televisi dan fotografer terpilih, Maradona, superstar Lionel Messi, dan para pemain bintang lainnya pergi dengan menaiki kereta berwarna cerah menuju markas ”Tango” di Pretoria.

Legenda sepak bola Maradona—yang kali ini mengejar kejayaan Piala Dunia sebagai pelatih setelah meraih gelar juara pada 1986 sebagai pemain—bakal menjadi salah satu figur paling berwarna selama penyelenggaraan Piala Dunia 2010. Pelatih berusia 49 tahun—yang disebut oleh banyak kritikus sebagai pesepak bola terhebat sepanjang masa— ini menciptakan heboh dengan komentar dan perilakunya menjelang Piala Dunia.

Seusai Argentina memenangi uji coba melawan Kanada, pekan lalu, Maradona dalam sebuah wawancara dengan radio lokal berjanji bakal berlari telanjang bulat di pusat kota Buenos Aires jika Tango merebut Piala Dunia. Maradona juga minta disediakan fasilitas mewah di kamar tempatnya tinggal selama di Afsel.

”Jika kami memenangi Piala Dunia, saya akan lari telanjang mengelilingi Obelisk,” kata Maradona merujuk pada monumen di pusat kota Buenos Aires.

”Wangsit” mimpi

Maradona juga terus menuai kritik, salah satunya adalah soal pemilihan skuadnya yang dinilai aneh. Ia tidak menyertakan dua bintang yang baru saja membawa Inter Milan merebut gelar treble, Esteban Cambiasso dan Javier Zanetti.

Juga muncul rumor bahwa ia memilih bek Ariel Garce berdasarkan mimpi. Sebelum memilih pemain, Maradona dikabarkan bermimpi timnya memenangi Piala Dunia dan wajah Garce adalah satu-satunya pemain yang diingatnya dari mimpi itu.

Kritik lainnya adalah soal strategi permainan yang terlalu berhati-hati yang terkadang hanya memasang dua penyerang, biasanya Messi dan Carlos Tevez, meninggalkan Diego Milito, Gonzalo Higuain, dan Sergio Aguero.

Setelah menaklukkan Kanada, 5-0, Maradona mengindikasikan bisa saja memasang tiga striker sekaligus. Namun, tantangan besar baginya adalah memaksimalkan Messi yang sulit menemukan performanya saat membela Tango. (afp/reuters/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau