JOHANNESBURG, Sabtu -
Legenda sepak bola Maradona—yang kali ini mengejar kejayaan Piala Dunia sebagai pelatih setelah meraih gelar juara pada 1986 sebagai pemain—bakal menjadi salah satu figur paling berwarna selama penyelenggaraan Piala Dunia 2010. Pelatih berusia 49 tahun—yang disebut oleh banyak kritikus sebagai pesepak bola terhebat sepanjang masa—
Seusai Argentina memenangi uji coba melawan Kanada, pekan lalu, Maradona dalam sebuah wawancara dengan radio lokal berjanji bakal berlari telanjang bulat di pusat kota Buenos Aires jika Tango merebut Piala Dunia. Maradona juga minta disediakan fasilitas mewah di kamar tempatnya tinggal selama di Afsel.
”Jika kami memenangi Piala Dunia, saya akan lari telanjang mengelilingi Obelisk,” kata Maradona merujuk pada monumen di pusat kota Buenos Aires.
Maradona juga terus menuai kritik, salah satunya adalah soal pemilihan skuadnya yang dinilai aneh. Ia tidak menyertakan dua bintang yang baru saja membawa Inter Milan merebut gelar treble, Esteban Cambiasso dan Javier Zanetti.
Juga muncul rumor bahwa ia memilih bek Ariel Garce berdasarkan mimpi. Sebelum memilih pemain, Maradona dikabarkan bermimpi timnya memenangi Piala Dunia dan wajah Garce adalah satu-satunya pemain yang diingatnya dari mimpi itu.
Kritik lainnya adalah soal strategi permainan yang terlalu berhati-hati yang terkadang hanya memasang dua penyerang, biasanya Messi dan Carlos Tevez, meninggalkan Diego Milito, Gonzalo Higuain, dan Sergio Aguero.
Setelah menaklukkan Kanada, 5-0, Maradona mengindikasikan bisa saja memasang tiga striker sekaligus. Namun, tantangan besar baginya adalah memaksimalkan Messi yang sulit menemukan performanya saat membela Tango.