BOJONEGORO, KOMPAS.com — Mobil Cepu Limited (MCL) memulai tender proyek full field development (FFD) migas Blok Cepu di Bojonegoro, Jatim, yang di dalamnya meliputi sejumlah proyek.
"Proses tender FFD yang terdiri dari sejumlah proyek migas sedang berlangsung dan dalam menentukan pemenang tender akan melibatkan berbagai pihak," kata External Relation MCL, Deddy Afidick, Minggu (30/5/2010).
Deddy tidak menyebutkan jadwal pelaksanaan tender. Namun, sejumlah proyek migas Blok Cepu yang disebut FFD tersebut merupakan fasilitas produksi untuk produksi puncah atau penuh minyak Blok Cepu sebesar 165 kilometer.
Sesuai jadwal produksi puncak Blok Cepu tersebut, hal ini baru bisa direalisasikan pada tahun 2013. "Ya semoga saja proses tender berjalan lancar," katanya.
Dia merinci, proyek FFD yang sedang dalam pelaksanaan tender tersebut adalah central procecing facilitied (CPF) dan tapak-tapak sumur di kawasan Blok Cepu di Kecamatan Ngasem dan sekitarnya.
Tender itu juga mencakup sarana jalur pipa 20 inci sepanjang 72 kilometer di darat, mulai dari lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu di Kecamatan Ngasem hingga laut di Tuban.
Masih dalam proyek itu, terdapat paket proyek pipa distribusi lainnya, yaitu pembangunan jaringan pipa di bawah laut sebesar 20 inci dari tepi pantai menuju tengah laut sepanjang 23 kilometer. "Masih dalam paket itu, juga dibangun menara tambat (mooring tower)," katanya.
Di tengah laut tersebut juga dibangun proyek tempat penampungan minyak yang disebut floating storage and floading. Tempat itu berfungsi menampung dan memuat minyak ke kapal tanker.
Menurut dia, proyek penunjang migas Blok Cepu yang tidak kalah penting antara lain pekerjaan sipil dan infrastruktur pendukung yang disebut engineering procurement and construction (EPC).
Sementara itu, bersamaan dengan tender proyek FFD, MCL mulai mengebor sumur minyak pengembangan di lapangan Alas Tuwo Barat di Desa Ngunut Kecamatan Dander, Alas Tuwo Timur, di Desa Ngasem Kecamatan Ngasem. Hal itu dilanjutkan dengan lapangan migas Kedungkeris di Kecamatan Kalitidu dan lapangan Kandangan di Desa Kandangan, Kecamatan Malo.
Sumur migas tersebut dikembangkan untuk mengejar produksi puncak sebesar 165.000 barrel per hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang