Supaya Adek-adek Sayang Koleksi Sejarah

Kompas.com - 30/05/2010, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak pukul 07.00, Minggu (30/5/2010) Edi (62) duduk di lantai museum Sejarah Jakarta menganyam lembaran rotan tipis satu persatu.

Edi bukanlah perajin anyaman. Dia adalah petugas konservasi museum Sejarah Jakarta yang sedang menambal dudukan kursi abad ke-18 yang merupakan koleksi sejarah museum. Proses perbaikan kursi sejarah peninggalan Vereenidge Oostindische Compagnie (VOC) tersebut sengaja dipertontonkan kepada pengunjung. "Supaya adek-adek merasa sayang sama koleksi, mempertanggung jawabkan kelestariannya," ujar Edi di sela-sela pekerjaannya.

Sebanyak tiga kursi yang diperbaiki Edi dan kawannya hari ini, menurut Edi, rusak karena ulah usil pengunjung. "Rusaknya karena ulah tangan manusia, dipakai duduk, sengaja dirusak pakai tangan," katanya.

Proses perbaikan kursi bersejarah tersebut tetap mempertahankan keaslian nilai sejarahnya. Dalam memperbaiki, Edi diharuskan memperlihatkan secara jelas mana bagian yang merupakan anyaman asli, dan mana yang anyaman baru. "Anyaman baru enggak boleh dicat, Mbak, enggak boleh dicat lagi, harus kelihatan mana yang baru dan mana yang lama," ujarnya.

Kerangka kursi-kursi itu terbuat dari kayu jati. Warna pelitur kerangka kursi tampak mulai memudar. Dudukan kursi terbuat dari anyaman rotan. Pada salah satu kursi tergantung papan nama bertuliskan kalimat "Kursi bundar, terbuat dari kayu jati, gaya Louis XIV asal abad 18."

Menurut Edi, pihaknya tidak menjadwalkan waktu renovasi koleksi secara berkala. "Ya bagaimana kondisi koleksi. Kalau sudah perlu diperbaiki, ya diperbaiki," imbuhnya.

Sekitar pukul 15.00, lanjut Edi, ketiga kursi bersejarah itu akan selesai ditambal. Semoga kemudian tidak ada lagi tangan usil yang merusak koleksi sejarah museum sejarah Jakarta atau yang dikenal dengan Museum Fatahillah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau