Gubernur bi

Pengamat: Lingkungan BI Terima Darmin

Kompas.com - 30/05/2010, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Direktur Eksekutif Indef, Ahmad Erani Mustika, menilai sosok Darmin Nasution sangat diterima di lingkungan Bank Indonesia (BI) jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar mencalonkannya sebagai gubernur BI. "Karena Darmin tidak memiliki konflik kepentingan," kata Erani kepada Tribunnews.com.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan mencalonkan Darmin sebagai gubernur BI. Darmin yang kini menjabat pelaksana tugas (Plt) gubernur BI itu sebelumnya adalah Dirjen Pajak Kementerian Keuangan. Saat menjabat Dirjen Pajak, Darmin dinilai berhasil membawa Ditjen Pajak sebagai salah satu lembaga yang sukses.

"Saya pikir Darmin figur yang mumpuni untuk posisi gubernur BI, baik secara kepemimpinan maupun pegetahuan. Darmin juga bisa membantu upaya harmonisasi fiskal dan moneter karena dulu matang di fiskal (pejabat di Bapepam-LK dan Ditjen Pajak)," kata dia.

Erani yang juga anggota Badan Supersvisi Bank Indonesia (BSBI) ini mengharapkan Darmin mulai menata reformasi di BI setelah banyak kasus muncul belakangan ini. "Juga memperketat regulasi sektor keuangan agar tidak ditelan oleh liberalisasi keuangan," papar Erani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau