Perancis terbuka

Duel Batal, Penonton tak Merasa Rugi

Kompas.com - 31/05/2010, 10:21 WIB

Laporan kontributor Kompas.com DINI MASSABUAU

PARIS, Kompas.com - Hujan turun, sudah pasti membuat pertandingan di lapangan terbuka Roland Garros yang sudah dijadwalkan batal. Di Roland Garros, semua lapangan tak dilengkapi dengan fasilitas pelindung cuaca, alias terbuka. Bila hujan, tak ada pilihan lain. Pertandingan pasti dihentikan.

Saya yang sedang meliput di grand slam lapangan tanah liat ini menanyakan kepada panitia federasi tenis Perancis mengapa hingga kini lapangan tanah merah ini tak memiliki fasilitas pelindung atau bisa menjadi lapangan tertutup, seperti beberapa lapangan tenis internasional lainnya.

Jawaban mereka adalah, karena itu merupakan salah satu ciri khas Roland Garros bahkan dianggap sebagai daya tariknya, di mana suatu pertandingan tertunda akibat cuaca dan para pemain harus siap selalu dengan faktor ini. Karena, bukan hal yang mudah bagi para atlet untuk berhenti dan kemudian menunggu entah berapa lama untuk melanjutkan suatu pertandingan. Dan, selama itu si pemain harus mempersiapkan fisik.

Karena itulah, di dalam ruangan pemain selalu disediakan berbagai fasilitas olahraga hingga permainan video, seperti Playstation dan masih banyak lainnya.

Kemudian, dalam keadaan hujan saya berputar-putar mengelilingi arena Roland Garros yang memiliki 24 lapangan tenis ini. Memang benar, sepanjang jalan di Roland Garros ini, kepadatan orangnya tak berkurang, layaknya bila tak hujan. Saya mewawancara beberapa pengunjung yang datang, karena ingin tahu tanggapan mereka secara langsung mengenai banyaknya pertandingan yang terhentikan akibat hujan.

Dua pasang anak muda asal Jerman yang sedang berteduh di bawah pohon menyatakan, "Kami memang sedikit kecewa karena tak bisa menyaksikan pertandingan pemain tenis favorit kami, apalagi kami sudah membeli tiket pertandingan untuk hari ini tiga bulan yang lalu. Tapi kami mengerti jika pertandingan terhenti atau sampai batal total itu karena cuaca. Dan kami tak bisa mengeluh soal itu."

"Bagaimana dengan kerugian akan tiket dan juga transposrtasi ke Perancis yang sudah kalian bayar?" tanya saya. "Oh, kami sama sekali tak merasa rugi, seperti yang kami bilang terhenti atau batal akibat cuaca. Lagian di Roland Garros ini banyak hal lainnya yang bisa kami lihat selain tenis. Pokoknya kami mencoba menikmati kunjungan kami," jawab mereka tersenyum.

Lalu saya melihat tiga orang berusia sekitar 60 tahunan, ketiganya memakai jas hujan Roland Garros. Tak ada tersirat rasa kesal di raut wajah mereka, malahan sambil berjalan mereka tertawa sepertinya menikmati benar suasananya.

Saya dekati untuk ajak berbincang, siapa yang sangka ternyata ketiganya berasal dari Perancis selatan, satu daerah dengan saya. Pertanyaan sama saya ajukan kepada mereka. Sambil tertawa-tawa mereka berkata: "Anda tahu nona, setiap tahun kami bertiga selalu datang untuk melihat pertandingan di sini. Hujan hingga badai sudah biasa bagi kami alami, malahan tahun lalu cuaca amat sangat buruk! Semua pertandingan dibatalkan, satu hari tak ada pertandingan yang bisa kami lihat, tapi tetap saja kami datang! Karena itulah ciri khas Roland Garros!"

"Lalu bagaimana dengan tiket anda, tak merasa rugikah?" tanya saya. "Rugi? Tentu saja tidak, kecewa ya pasti ada. Wajarkan? Hanya merasa hingga rugi, sama sekali tidak!"

"Menurut anda, sebaiknya lapangan Roland Garros dilengkapi dengan fasilitas penutup atau tidak?" lanjut saya.

"Baiknya memang begitu, jadi para pemain bisa bermain tanpa harus terhenti hingga berkali-kali dan penonton tak menjadi basah," jawab si wanita sambil tertawa. Tapi dengan cepat ditimpali oleh suaminya, "Olala jangan sampai Roland Garros menjadi lapangan tertutup! Karena bisa menghilangkan pesona dan ciri khasnya!"

"Lalu tiga jaket hujan yang anda bertiga kenakan pastinya baru anda beli karena hujan, dan saya tahu harga jaket ini sangat mahal sekitar 60-70 euros," tanya saya kepada mereka.

"Mahal? ya! Tapi anda tahu kita ini sedang di Roland Garros, bayangkan saja banyak orang yang tidak bisa datang setiap tahun, membeli suatu barang yang mungkin mahal dari biasanya tapi menjadi kenangan yang tak terlupakan, dan itu merupakan hal penting bukan? Sudah 10 tahun saya selalu datang ke sini setiap tahunnya ada saja yang saya beli, karena merupakan kenangan bagi saya di tahun itu saat saya datang ke sini," timpalnya.

Ternyata memang benar seperti yang dikatakan oleh panitia Roland Garros, pengunjung di sini rata-rata mereka yang fans dengan tenis. Datang melihat pertandingan para petenis besar di tanah merah ini merupakan hal yang tak bisa diartikan oleh uang.

Tapi jujur saja, saya merasa heran kebanyakan dari mereka tak mengharapkan ganti rugi bila pertandingan batal akibat cuaca. Dan bagi saya, harga souvenir yang ditawarkan sangat mahal. Saya terpaksa harus merogoh kocek sebesar 50 euros untuk 1 kaos anak-anak dan 1 topi yang saya beli untuk anak saya. Tapi demi menyenangkan hati anak, tak apalah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau