Pentingnya Orgasme Saat Hamil

Kompas.com - 31/05/2010, 14:51 WIB

KOMPAS.com — Hamil memang membuat gerakan Anda menjadi terbatas, tetapi Anda tidak harus berhenti berhubungan seks. Hubungan seks ternyata amat disarankan untuk ibu hamil, kecuali Anda memiliki risiko kelahiran prematur atau masalah kehamilan lainnya. Bahkan, bila perlu hingga mencapai orgasme.

Orgasme membantu membuat tubuh Anda rileks dan mengatasi berbagai ketidaknyamanan lain yang dialami selama kehamilan. Contohnya, mual-muntah, otot-otot yang kaku, hingga perasaan mudah kesal atau marah.

Menurut Danielle Cavallucci, penulis Your Orgasmic Pregnancy: Little Sex Secrets Every Hot Mama Should Know, sebagian perempuan bahkan mengalami orgasme (atau multiorgasme) untuk pertama kalinya saat hamil. Kepada majalah Fit Pregnancy, Cavallucci mengatakan bahwa orgasme bisa menjadi lebih intens karena alat kelamin dan area tulang panggul (termasuk rahim) yang terisi dengan pembuluh darah menjadi lebih membesar sehingga area vagina menjadi lebih sensitif. Dalam kondisi seperti itu, stimulasi apa pun sering kali cukup mampu mendorong Anda mencapai puncak.

Meskipun demikian, kondisi ini cenderung terjadi pada trimester pertama dan kedua. Pada trimester ketiga, rahim Anda tidak dapat berkontraksi sepenuhnya selama orgasme. Oleh karena itu, walaupun Anda merasa bergairah, Anda tidak akan mampu mencapai klimaks.

Bagi Anda yang merasa risi atau tidak dapat berhubungan intim dengan suami, masturbasi merupakan cara lain yang disarankan. Anda mungkin tak pernah membayangkan bahwa masturbasi, khususnya saat kehamilan, merupakan ide yang menarik. Namun, masturbasi bisa menjadi sarana untuk relaksasi diri, terutama ketika Anda merasa begitu tidak nyaman dengan fenomena tubuh Anda saat itu.

Bagi para perempuan, aktivitas ini mungkin dianggap terlalu memaksakan diri. Hambatannya antara lain keamanan si janin. Kekhawatiran ini sebenarnya tidak perlu jadi alasan.

"Jangan khawatir mengenai bayi. Bercinta atau orgasme tidak akan mencederai bayi. Kondisi itu bahkan terasa seperti suatu pijatan," kata Cavallucci.

Para dokter bahkan mengatakan, bantuan berupa sex toy yang mengharuskan Anda memasukkannya ke dalam vagina pun masih dianggap cukup aman, sama halnya ketika Anda melakukan intercourse dengan suami.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau