Haji Amir Tewas Dibrondong Peluru

Kompas.com - 31/05/2010, 20:41 WIB

KABUL, KOMPAS.com - NATO, Senin (31/5/2010) mengatakan komandan paling senior kedua Taliban di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan tewas akibat serangan udara.

Pria itu, yang bernama Haji Amir, jadi sasaran serangan di distrik Panjwayi, Kandahar, Ahad,kata Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO.

"Satu pasukan internasional-Afghanistan mengggunakan serangan udara untuk membunuh komandan Haji Amir, salah seorang dari dua pemimpin paling senior Taliban di provinsi Kandahar," kata sebuah pernyataan ISAF.

"Beberapa gerilyawan juga tewas akibat serangan itu," katanya.

Provinsi Kandahar adalah pusat aksi perlawanan Taliban, dan ibu kota tidak resmi rezim mereka tahun 1996-2001.

Satu operasi terhadap gerilyawan itu sedang dibangun, dengan pengiriman baru pasukan NATO untuk Kandahar sementara para komandan Barat akan melumpuhkan Taliban akhir tahun ini.

Pernyataan itu mengatakan Amir melarikan diri dari penjara di Kandahar tahun 2008.

"Ia telah dilacak selama beberapa hari sebelum jadi sasaran di sebuah pondok di desa Zangabad," katanya.

NATO mengatakan Amir beroperasi di distrik-distrik Dand, Zhari dan Panjwayi Kandahar, semuanya porak poranda akibat aksi Taliban.

"Amir pulang dari Pakistan April untuk memimpin serangan-serangan terhadap pasukan koalisi dan Afghanistan," tambah pernyataan itu.

Seorang pemimpin suku Afghanistan , Haji Afgha Lalai - juga anggota dewan provinsi Kandahar - mengemukakan kepada AFP pasukan membunuh seorang komandan senior Taliban di Panjwayi, yang mereka idenfikasikan sebagai Amir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau