JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) menggelar upacara peringatan hari lahir ke-65 Pancasila tanpa kehadiran Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Selasa (1/6/2010) di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta.
Hal tersebut dikarenakan pimpinan umum partai berlambang banteng tersebut menghadiri peringatan hari Pancasila di MPR bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kan undangan di MPR ini kita semua fraksi diharuskan, khusus kepada Ibu Mega, dia diundang sebagai mantan Presiden, wajar saja kalau kita partai mewakili," ujar Ketua Divisi Kesehatan PDI-P, dr Ribka Tjiptaning, seusai menggantikan Megawati sebagai inspektur upacara.
Kehadiran Megawati di MPR hari ini merupakan kali pertama Mega hadir bersama Presiden dalam satu pertemuan. "Itu tidak dadakan, memang sudah punya rencana, kita juga concern dengan satu Juni, bagi-bagi, ada yang di sini, ada yang di sana (MPR), itu tergantung pertimbangan Ibu (Mega) pribadi," kata Ribka.
Sebagai pengganti Megawati dalam upacara, sebelumnya Ribka membacakan amanat 1 Juni dalam pidatonya. "Dalam rangka memperingati hari lahir, saya amanatkan kepada semua pejuang Pancasila, satukan hati, pikaran, tindakan, ke dalam satu tarikan napas perjuangan mewujudkan Pancasila," ujarnya saat berpidato.
Hari ini merupakan hari lahir Pancasila yang dicetuskan mantan Presiden Soekarno sebagai dasar negara Republik Indonesia. DPP PDI-P menggelar upacara peringatan Pancasila dengan meresmikan klinik pengobatan gratis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang