MATARAM, KOMPAS.com - Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Mataram Kolonel Laut (Mar) Budi Purnama mengatakan seluruh kawasan pantai di wilayah NTB rawan pendaratan imigran gelap. "Pola masuk imigran gelap ke NTB tidak melalui pelabuhan resmi, semuanya mendarat di pantai, dan seluruh pantai di NTB memungkinkan untuk dimanfaatkan," katanya di Mataram, Selasa (1/6/2010). Ia mengatakan pihaknya selalu berpedoman pada prosedur penanganan imigran gelap agar tidak disalahkan oleh pihak-pihak tertentu. "Setiap penanganan imigran gelap, prajurit TNI AL dituntut berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah dan instansi keimigrasian. Kami juga selalu berkoordinasi dengan masyarakat setempat karena mereka juga memiliki peran penting dalam pengawasan imigran gelap yang memanfaatkan seluruh kawasan pantai di wilayah NTB untuk pendaratan," ujarnya. Menurut Kolonel Purnama, para imigran gelap memasuki wilayah NTB menggunakan kapal pengangkut yang tidak melayani penumpang umum, dan mereka hanya menggunakan wilayah NTB sebagai daerah transit. Setelah merasa aman dan memungkinkan untuk melanjutkan pelayaran ke wilayah pesisir Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka baru melanjutkan penyeberangan ke Australia selaku negara tujuan. "Oleh karena itu patroli rutin TNI AL di perairan NTB menggunakan KRI atau kapal perang terus berlanjut," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang