Serangan israel

Secara Teori TNI Bisa Dikirim ke Gaza

Kompas.com - 01/06/2010, 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin (Fraksi PDIP) menilai secara teoritis pengiriman pasukan TNI untuk menyelamatkan dan mengevakuasi para WNI relawan yang diserang militer Israel memang dimungkinkan.

Akan tetapi ada banyak pertimbangan dan kendala yang menjadikan kemungkinan tersebut sulit diwujudkan. Kendala pertama terkait kemampuan teknis dan anggaran yang memadai untuk bisa mengirimkan sepasukan TNI ke wilayah tersebut.

"Dalam kapasitas memberikan perlindungan terhadap WNI, bisa saja TNI dikerahkan dan dikirimkan ke sana. Namun ada banyak aspek lain yang harus dipertimbangkan. Pengirimannya kan terlalu jauh sementara kemampuan TNI terbatas, kita tidak punya kapal induk untuk mendukung pengerahan pasukan itu. Selain itu kita juga tidak punya hubungan diplomatik. Kalau pun dikirimkan pasukan, bisa berkembang jadi pertempuran bebas," ujar Hasanuddin.

Menurutnya, akan lebih strategis jika pemerintah Indonesia melakukan langkah konkret lain, misalnya dengan menjadi inisiator pengaduan pelanggaran yang dilakukan militer Israel dalam kasus penyerangan kapal-kapal pengangkut bantuan dan aktivis kemanusiaan tersebut ke Mahkamah Internasional.

Selain itu Indonesia juga bisa bekerja sama dengan pihak ketiga, negara perantara, untuk mengevakuasi dan menyelamatkan para WNI relawan kemanusiaan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau