Insiden dua pebalap red bull

Seharusnya Webber Biarkan Vettel Lewat

Kompas.com - 01/06/2010, 17:41 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Penasehat Red Bull Racing Helmut Marko mengatakan, Mark Webber seharusnya membiarkan Sebastian Vettel melewatinya untuk memimpin balapan di Sirkuit Istanbul Park, akhir pekan lalu. Pasalnya, saat terjadi insiden itu, Vettel lebih cepat dibandingkan Webber.

Pada balapan GP Turki, Minggu (30/5/10), duet Red Bull tersebut sedang memimpin jalannya lomba, dengan Webber paling depan. Pada lap ke-40 di tikungan 12, terjadi kecerobohan dua pebalap ini, yang membuat duo McLaren, Lewis Hamilton dan Jenson Button, akhirnya finis 1-2. Waktu itu, Vettel mencoba menyodok dari sisi kiri dan dia berusaha berpindah ke jalur kanan karena harus segera belok kiri.

Ternyata, dalam kondisi tersebut Webber tak mau mengalah. Pebalap Australia tersebut tak memberi jalan bagi rekan setimnya tersebut, sehingga terjadilah senggolan yang membuat mereka ke luar jalur. Bahkan, Vettel terpaksa meninggalkan lomba karena mobil pebalap Jerman tersebut rusak cukup parah, sedangkan Webber harus puas finis ketiga.

Menurut Marko, Vettel terpaksa menggeber mobilnya karena terus mendapat tekanan dari Hamilton yang tepat di belakang. Karena itu, ketika mendapat sedikit kesempatan untuk meluncur, Vettel langsung menyodok (ini juga sudah mendapat restu dari tim).

"Mark, untuk alasan apapun, lebih lambat," ujar Marko kepada Speed TV. "Dia semakin pelan dari lap ke lap, dan Vettel sebaliknya, semakin cepat dan mendapat tekanan dari Hamilton. Karena itu, jika dia terus berada di belakang Mark, dia bakal disalib. Dia harus melakukan sesuatu. Dan Mark tahu bahwa dia lebih pelan, sehingga seharusnya membiarkan Vettel melewatinya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau