Bursa calon gubernur bi

Soal Cagub BI, Rizal Ramli No Comment

Kompas.com - 01/06/2010, 17:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Sampai saat ini, kepastian kapan Presiden SBY akan mengirimkan dan siapa nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI), masih teka-teki. Menteri Perekonomian Hatta Radjasa pun enggan berandai-andai, apakah Presiden akan mengirimkan calon tunggal gubernur BI, atau lebih dari satu.

"Bukan kapasitas saya untuk menjawab apakah yang diajukan calon tunggal atau bukan. Nanti, tunggu saja akan diserahkan ke DPR," kata Hatta yang ditemui usai menghadiri harlah Pancasila 1 Juni di Gedung MPR/DPR, Selasa (1/6/2010).

Begitu juga dengan juru bicara Presiden SBY, Julian Pasha. Ia belum berani memastikan kapan Presiden resmi mengajukan nama ke DPR. Sementara Presiden SBY, saat dimintai tanggapannya, hanya menjawab singkat; Sebentar lagi, sabar ya," ujarnya begitu hendak meninggalkan Gedung MPR/DPR usai berpidato siang tadi.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai  Golkar Bambang Soesatyo menyarakan dukungannya kepada figur Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian era pemerintahan Gus Dur, untuk menduduki jabatan Gubernur BI. Bambang berharap, Presiden bisa mempertimbangkan figur Rizal Ramli, menggantikan kursi Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia.

"Sebaiknya, diajukan saja Rizal Ramli. Dia orang baik dan pemberani. Meminjam istilah Anwar Nasution sebelum jadi petinggi BI, saya katakan, kalau Rizal Ramli yang jadi Gubernur BI, dia akan mampu mengubah BI dari ‘sarang penyamun’ menjadi sarang sinterklas bagi rakyat dan kepentingan negara. Terutama, di sektor riil dan dunia usaha,’’ papar Bambang Soesatyo.

Rizal Ramli yang diminta komentarnya melalui pesan singkat memilih tidak berkomentar atas wacana dirinya yang mendapat dukungan untuk menjabat sebagai Gubernur BI. "No comment. Maaf," singkat Rizal Ramli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau