Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman Rumah

Kompas.com - 02/06/2010, 08:32 WIB

DUMAI, KOMPAS.com - Warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau, Selasa petang heboh dengan mekarnya sekuntum bunga raflesia atau bunga bangkai di halaman rumah seorang warga.

Sekuntum raflesia tersebut ditemukan pertama kali oleh Erni (40) yang tinggal di Jalan Bintan, Gang Ansar, Kelurahan Sukajadi, Dumai pada Selasa pagi.

Erni mengaku bahwa pada awalnya dia tidak begitu peduli dengan kembang tersebut, namun pada Selasa pagi, ia mencium bau busuk yang datang dari samping rumahnya.

Setelah sumber bau itu dicari-cari, ternyata di samping rumahnya sedang mekar sekuntum bunga berukuran raksasa yang diduga raflesia.

"Saya tidak tahu sama sekali kalau semak belukar yang tumbuh disamping rumah saya ada bunga raflesia, karena bunganya baru mulai mekar seminggu ini," kata Erni di Dumai, Rabu (2/6/2010).

Warga sekitar kemudian tak henti-hentinya mendatangi rumah Erni, untuk melihat bunga berukuran raksasa tersebut.

Bunga raflesia tersebut diperkirakan berdiameter 50 cm dan tinggi sekitar 75 cm dengan mengeluarkan aroma yang menyengat.

"Kami tidak pernah melihat bunga seperti ini secara langsung," kata Erwin (33), seorang warga yang tengah menyaksikan raflesia di rumah Erni.

Menurut warga sekitar lainnya, Junior (42), yang juga tetangga Erni, awalnya bunga raflesia tersebut hanya terlihat kuncupnya kemudian kelopaknya mekar dan mengeluarkan bau busuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau