MIAMI, KOMPAS.com — Militer AS, Selasa (1/6/2010), mengumumkan berakhirnya operasi bantuan besar di Haiti, hampir lima bulan setelah gempa 12 Januari yang menghancurkan di negara itu.
Dipelopori oleh Divisi Lintas Udara ke-82 Militer AS, ribuan tentara Amerika telah dikerahkan di Haiti sebagai bagian dari operasi yang disebut Operation Unified Response.
Tentara itu membantu mendistribusikan pangan dan menjaga perdamaian setelah gempa yang, menurut perkiraan Pemerintah Haiti, menewaskan lebih dari 300.000 orang.
Pentagon telah mengurangi jumlah tentara di negara Karibia yang miskin itu secara teratur dalam beberapa bulan belakangan. Berakhirnya operasi itu diumumkan Selasa oleh Komando Selatan AS.
Meskipun mengeluarkan pengumuman itu, komando yang bermarkas di Miami tersebut mengatakan, kesatuan Tentara Garda Nasional AS yang beranggotakan 500 tentara akan terlibat dalam proyek-proyek bantuan kemanusiaan di pedesaan Haiti hingga September.
Banyak warga Haiti masih sangat membutuhkan tempat berlindung sebagai akibat dari gempa, situasi yang mengancam akan lebih buruk dengan dimulainya musim badai Atlantik pada Selasa.
Para pekerja bantuan mengatakan, lebih dari 1,5 juta orang yang selamat dari gempa masih tinggal di kamp-kamp tenda yang penuh sesak dan rentan badai di dan sekitar ibu kota Port-au-Prince yang rusak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang