Kehidupan

Selingkuh, Kepsek Nyaris Dihakimi Warga

Kompas.com - 02/06/2010, 10:16 WIB

BANGKALAN, KOMPAS.com - Seorang kepala sekolah SMP di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, digerebek dan nyaris dihakimi warga saat berada di rumah selingkuhannya dan diduga berbuat mesum.

Puluhan warga menggerebek oknum kepala SMP itu, saat berkunjung ke rumah wanita selikuhannya, Indarti --bukan nama sebenarnya--, warga Kecamatan Kota, Bangkalan, Rabu dinihari (2/6/2010).

Informasinya, Kepala SMP bernama Dahrin itu memang sering mendatangi rumah Indarti, seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak. Meski awalnya dibiarkan, akhirnya warga marah juga, karena merasa kampungnya dicemari.

Warga sepakat untuk menggerebek kedua sejoli tersebut, saat Dahrin datang berkunjung ke rumah Indarti. Bahkan, berdasarkan keterangan warga, Indarti bukan hanya berhubungan dengan Dahrin, namun sering kali terlihat bersama banyak laki-laki.

Meski berkali-kali berusaha ditenangkan oleh tokoh masyarakat setempat, beberapa warga tampak terlihat emosional terhadap kedua pelaku. Akibatnya, pukulan demi pukulan mendarat pada tubuh pelaku. "Karena warga di sini merasa dikotori akibat ulah keduanya, akhirnya kami sepakat menggerebek keduanya saat berada dalam rumah," terang salah seorang warga, Sholeh.

Sementara itu, Dahrin mengatakan, dirinya sudah menikah siri dengan Indarti. Hal tersebut dilakukan, karena indarti dengan suaminya sudah talak tiga, atau sudah cerai secara agama. "Dan nikah siri ini juga atas sepengetahuan istri saya. Jadi hubungan kami, sah menurut agama," ucap Dahrin membela diri.

Selanjutnya, petugas membawa keduanya ke Mapolres Bangkalan untuk pemeriksaan lebih lanjut, namun petugas sempat kewalahan, akibat sebagian warga berupaya hendak memukul Dahrin, namun dihalangi petugas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau