BANGKALAN, KOMPAS.com - Seorang kepala sekolah SMP di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, digerebek dan nyaris dihakimi warga saat berada di rumah selingkuhannya dan diduga berbuat mesum.
Puluhan warga menggerebek oknum kepala SMP itu, saat berkunjung ke rumah wanita selikuhannya, Indarti --bukan nama sebenarnya--, warga Kecamatan Kota, Bangkalan, Rabu dinihari (2/6/2010).
Informasinya, Kepala SMP bernama Dahrin itu memang sering mendatangi rumah Indarti, seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak. Meski awalnya dibiarkan, akhirnya warga marah juga, karena merasa kampungnya dicemari.
Warga sepakat untuk menggerebek kedua sejoli tersebut, saat Dahrin datang berkunjung ke rumah Indarti. Bahkan, berdasarkan keterangan warga, Indarti bukan hanya berhubungan dengan Dahrin, namun sering kali terlihat bersama banyak laki-laki.
Meski berkali-kali berusaha ditenangkan oleh tokoh masyarakat setempat, beberapa warga tampak terlihat emosional terhadap kedua pelaku. Akibatnya, pukulan demi pukulan mendarat pada tubuh pelaku. "Karena warga di sini merasa dikotori akibat ulah keduanya, akhirnya kami sepakat menggerebek keduanya saat berada dalam rumah," terang salah seorang warga, Sholeh.
Sementara itu, Dahrin mengatakan, dirinya sudah menikah siri dengan Indarti. Hal tersebut dilakukan, karena indarti dengan suaminya sudah talak tiga, atau sudah cerai secara agama. "Dan nikah siri ini juga atas sepengetahuan istri saya. Jadi hubungan kami, sah menurut agama," ucap Dahrin membela diri.
Selanjutnya, petugas membawa keduanya ke Mapolres Bangkalan untuk pemeriksaan lebih lanjut, namun petugas sempat kewalahan, akibat sebagian warga berupaya hendak memukul Dahrin, namun dihalangi petugas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang