JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengirim nama calon gubernur Bank Indonesia untuk diseleksi oleh DPR.
Pramono mengatakan, dalam komunikasi terakhir dengan pihak pemerintah, malam tadi, diperoleh informasi bahwa Presiden belum menandatangani surat pencalonan gubernur BI. "Kami komunikasi terakhir dengan pemerintah, surat belum ditandatangani Presiden. Untuk itu, kami minta agar Presiden segera menandatangani dan menyerahkannya ke DPR," kata Pramono, Rabu (2/6/2010), di Gedung DPR, Jakarta.
Bank Indonesia, lanjut Pramono, tidak baik jika terlalu lama dijabat oleh pejabat sementara. Sejak ditinggalkan Boediono menjelang pemilu presiden setahun lalu, praktis kursi gubernur BI kosong dan dijabat oleh pejabat sementara, Darmin Nasution.
"Apalagi ada krisis di Eropa. Kepastian gubernur BI perlu segera diberikan. Kalau berlarut-larut, yang dirugikan perekonomian dan pasar modal," ujarnya.
DPR berharap Presiden segera memasukkan nama calon gubernur BI sebelum masa reses pertengahan Juni mendatang. Nama yang diajukan Presiden selanjutnya akan diproses dan diseleksi oleh DPR, khususnya Komisi XI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang