JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (2/6/2010) di Kantor Presiden, Jakarta, secara resmi menjabarkan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah pascapenyerangan kapal kemanusiaan Mavi Marmara oleh tentara Israel, Senin lalu.
Penyerangan yang dilakukan pada Senin pagi silam telah menewaskan 16 sukarelawan internasional dan menyebabkan ratusan sukarelawan internasional luka-luka, termasuk Indonesia. "Saudara-saudara, langkah diplomasi kita ke depan adalah kita mendesak PBB to take action yamg pasti, firmed, tegas, terhadap insiden ini. Indonesia juga akan menggalang dukungan internasional untuk menghentikan permukiman baru di Gaza yang justru menimbulkan permasalahan baru," ujar Presiden kepada para wartawan.
Selain itu, kata Presiden, Indonesia juga mendorong negara-negara lain untuk meminta Israel menghentikan segala aktivitas militernya dan kembali ke perundingan yang pada intinya bertujuan memberikan kemerdekaan kepada Palestina. "Indonesia siap untuk terlibat aktif dalam perundingan bagi kemerdekaan Palestina," katanya.
Selain itu, lanjutnya, jika perundingan berjalan konklusif, Indonesia siap terlibat dalam peace-keeping mission di Palestina. Sebagai salah satu pemimpin dunia, Presiden menyerukan kepada pemimpin dunia lainnya, termasuk Sekjen PBB, agar serius dalam menangani persoalan di Palestina. "Sebab, Indonesia punya pendapat bahwa perdamaian dunia dipengaruhi situasi politik di Timur Tengah, utamanya di Palestina," katanya.
Presiden mengaku, ketika mengambil sikap terhadap serangan militer Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara, dirinya memetik pelajaran dan pengalaman kasus serangan Israel ke Lebanon.
"Waktu itu Indonesia tidak hanya mengeluarkan statement politik, tetapi juga diplomasi nyata dan aksi yang akhirnya jadi bagian penting dari pengakhiran krisis di Lebanon. Indonesia juga mendorong Malaysia, yang waktu itu chairman OKI, untuk mengadakan pertemuan puncak darurat. Indonesia juga mengirim kontingen militer di Lebanon yang bertahan sampai sekarang," kata Presiden.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang