Calon gubernur bi

Setneg Sudah Bisikkan Nama Darmin

Kompas.com - 02/06/2010, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Sekretariat Negara sudah "membisikkan" nama Darmin Nasution sebagai calon gubernur Bank Indonesia yang baru. Pria yang kini menjabat sebagai Pjs Gubernur BI ini merupakan calon tunggal.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi menyatakan, informasi ini diterimanya langsung dari Mensesneg Sudi Silalahi. "Katanya (surat) sudah ditandatangani. Calonnya satu, Darmin Nasution. Itu infonya dari Pak Sudi by phone. Sore ini, surat itu akan dikirim ke DPR. Jadi insyaAllah nanti masuk DPR," tuturnya di gedung Dewan, Rabu (2/6/2010).

Jika surat sudah di DPR, maka surat tersebut menurutnya akan dibahas di tingkat badan musyawarah dan akan ada agenda uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh Komisi XI pada pekan depan.

Achsanul optimistis, prosesnya tidak akan memakan waktu lama jika surat Presiden diterima hari ini juga. "Bamus kan biasanya rapat hari Kamis. Paling tidak rapat bamus selesai dan Kamis depan masuk ke Komisi XI. Baru, diagendakan untuk fit and proper test. Mudah-mudahan sebelum tanggal 18 reses sudah bisa dilakukan fit and proper test," tambahnya. Politisi Demokrat ini optimistis karena calon yang diajukan cuma satu orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau