SURABAYA,KOMPAS.com - Bangunan dapur milik almarhum H Abdul Rochim Nur, warga RT 02 RW 01, Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo ambles sedalam tiga meter, Rabu (2/6) siang.
Seluruh bangunan dapur ambles dan tinggal menyisakan kerangka atap. Lokasi dapur milik almarhum H Abdul Rochim yang juga ayah mantan anggota DPRD Jatim Muhammad Mirdasy ini hanya berjarak 10 meter di sebelah barat Jalan Raya Porong.
Bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 10 meter persegi itu kini lenyap dan tinggal menyisakan kolam yang digenangi air bercampur lumpur sedalam tiga meter.
Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain mengatakan, lokasi amblesan terletak sekitar 400 meter di sebelah barat pusat semburan Lumpur Lapindo.
"Sekitar pukul 06.00 kami menerima laporan dari Bapak Wahab penjaga rumah bahwa bangunan ambles sekitar 2 meter hingga 3 meter. Lalu, pukul 12.25 seluruh bangunan dapur akhirnya ambles," ucapnya.
Menurut Zulkarnain, amblesnya bangunan terjadi karena munculnya bidang-bidang sesar akibat penurunan kolam lumpur di pusat semburan. Sejak Februari 2009 lalu, pusat semburan Lumpur Lapindo turun 10 sentimeter per hari.
Penurunan kolam lumpur akhirnya membentuk sesar dari arah timur ke barat yang menimbulkan rekahan-rekahan tanah. "Karena muncul rekahan-rekahan tanah, permukaan tanah bisa ambles sewaktu-waktu. Jika di bangunan rumah milik warga muncul retakan, mereka harus waspada," ujarnya.
Bangunan dapur itu berhimpitan dengan bangunan rumah utama. Sejak tanggul penahan lumpur jebol tahun 2007 lalu, almarhum Abdul dan istrinya Marroh pindah ke Panti Asuhan Nurul Azhar di sebelah selatan rumah.
"Sebelum dapur kami ambles, ibu sempat mandi di kamar mandi di dekat dapur saat subuh. Namun, pukul 06.00 dapur tiba-tiba mulai ambles," kata Mirdasy, putra Marroh.
Menurut Mirdasy, selama ini masyarakat di sekitar tak memiliki pemahaman cukup tentang risiko yang sewaktu-waktu mengancam pemukiman mereka.
Sedangkan pihak BPLS tak juga tak memberikan pembelajaran pada masyarakat tentang kondisi pemukiman di sekitar semburan lumpur Lapindo yang semakin membahayakan.
"Kami dan masyarakat semua ingin hidup tenang. Seharusnya ada upaya serius dari pemerintah untuk memperhatikan nasib kami yang sewaktu-waktu terancam ini," ungkap Mirdasy.
Setahun lalu, di rumah Mirdasy telah muncul tiga semburan lumpur. Mirdasy pun menyatakan pada BPLS bahwa pemukiman warga tak lagi layak namun tak pernah ditanggapi.
Sebelumnya, bangunan ambles juga terjadi di rumah milik Okky Andriyanto, warga RT 3 RW 01, Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Tahun lalu, rumah Okky ambles sedalam enam meter akibat munculnya semburan lumpur yang keluar sejak 26 Juni 2009.
Amblesnya tanah juga menimpa bangunan dapur milik Zulkan, warga RT 03 RW 01, Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Amblesnya dapur milik Zulkan juga terjadi secara tiba-tiba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang